Stok BBM RI Masih Aman? Ini Kata Bahlil
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan stok BBM secara nasional masih dalam kondisi aman hingga 18 hari ke depan, meskipun adanya antrean panjang di SPBU di Bali. Menurutnya antrean itu disebabkan dari persoalan distribusi.
Bahlil mengaku belum mendapatkan laporan lengkap, karena Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri masih berada di Bali.
"Pemerintah kan regulator, implementasi itu semua adalah BUMN dalam hal ini Pertamina. Saya harus balik dulu rapat untuk mendengar laporan terkait perkembangan terkini di Bali," kata Bahlil di Istana Negara, dikutip Kamis (15/10/2026).
Namun yang jelas tidak ada persoalan stok dalam kasus ini. "Kalau stok nasional itu di angka 16 sampai 18 hari, jadi masih clear. Enggak ada masalah secara stok-stok nasional. Jadi mungkin distribusinya yang ada sedikit mengalami terkendala. Itu yang sebentar saya akan rapat," katanya.
Sebelumnya, Dirut PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri meminta maaf atas terjadinya antrean di SPBU dalam beberapa hari. Namun dia memastikan Pertamina akan melakukan pelayanan terbaik untuk masyarakat.
"Tanpa untuk pembenaran, kami mohon maaf atas kejadian ini," terang Simon dikutip melalui akun instagram Gubernur Bali Wayan Koster @kosterupdate," Rabu (14/10/2026).
Ia menguraikan, salah satu penyebab utama terjadinya antrean panjang BBM di sejumlah SPBU di Bali ini dikarenakan adanya gangguan kapal kargo pada saat melakukan discharge. Di mana, jangkar kapal tanker tersebut mengalami kesulitan.
"Sehingga timing dan rencana yang sudah kita persiapkan pukul 6.30 pagi mundur sampai jam 10 malam. Namun sekali lagi kejadian ini tidak untuk pembenaran kami, bagaimana pun juga yang terpenting adalah pelayanan bagi masyarakat, jadi sekali lagi kami menyampaikan permohonan maaf," ungkap Dirut Pertamina Simon.
Sebagaimana diketahui, dalam beberapa hari terakhir ini, antrean kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di Denpasar, Badung, Tabanan, serta beberapa kabupaten lainnya. Antrean yang terjadi dalam beberapa hari terakhir tersebut disinyalir karena kelangkaan pasokan.
Kondisi antrean mengular di beberapa titik SPBU Bali tersebut dipicu oleh kepanikan masyarakat yang takut kehabisan BBM hingga berbondong-bondong mengisi bahan bakar secara bersamaan.
(pgr/pgr)