Zulhas Targetkan 35.000 Kopdes Merah Putih Siap Beroperasi Tahun Ini

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Rabu, 14/10/2026 12:33 WIB
Foto: Sejumlah warga membeli kebutuhan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Susukan, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menargetkan sebanyak 35.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih siap beroperasi hingga akhir 2026. Pemerintah kini mempercepat pemenuhan kebutuhan operasional koperasi agar target tersebut dapat tercapai.

Zulhas mengatakan, pemerintah saat ini telah menyiapkan hampir 29.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dari jumlah tersebut, sekitar 8.000 koperasi tengah dilengkapi berbagai kebutuhan untuk mendukung operasional, mulai dari barang kebutuhan pokok hingga kendaraan distribusi.

"Nah dari 29.000 itu, 8.000 hari-hari ini akan dilengkapi. Dilengkapi itu ada nggak pupuknya, pupuk subsidi kan Kopdes ini infrastruktur pemerintah untuk barang-barang subsidi. Ada pupuk, ada gula, ada minyak goreng, ada gas LPG ya," kata Zulhas dalam konferensi pers usai Rapat Koordinasi Terbatas di kantornya, Jakarta, Rabu (14/10/2026).


Dia menegaskan, pemerintah tidak hanya memeriksa kelengkapan administrasi, tetapi juga memastikan sarana operasional benar-benar tersedia dan dapat digunakan.

"Dicek dulu ada nggak mobil truk, itu bener nggak? Apa omon-omon saja, ya kalau ada truknya, benar nggak mobilnya hidup, apa bak-nya saja yang ada, itu dicek gitu ya, ada mobil pickup-nya, nyala nggak, ada mesinnya nggak, bisa jalan apa tidak, ada bentor dua, nah di situ, ya," ujarnya.

Untuk mempercepat kesiapan koperasi, pemerintah akan melakukan monitoring serentak mulai Kamis (15/10/2026). Pemeriksaan tahap awal menyasar 8.000 Kopdes dengan melibatkan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, hingga unsur TNI.

Rapat Koordinasi Terbatas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (14/10/2026). (CNBC Indonesia/ Martyasari Rizky) Foto: Martyasari Rizky

"Jadi, saudara-saudara mulai besok kita akan lakukan monitoring ya, ke seluruh Kopdes ini, 8.000 dulu pertama, dalam 8 hari," kata Zulhas.

Menurutnya, pemantauan diperlukan untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi masing-masing koperasi, termasuk persoalan distribusi pupuk dan pemenuhan barang kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah juga diminta membantu menyelesaikan hambatan tersebut.

Zulhas mengakui, kesiapan setiap koperasi tidak akan seragam. Ada koperasi yang sudah lengkap dan beroperasi, tetapi ada pula yang masih membutuhkan pemenuhan sarana dan barang dagangan.

"Saya pastikan akan ada memang yang belum lengkap, ada yang sudah lengkap, ada yang sudah terisi, ada yang belum terisi. Saya beritahu dulu. Daripada besok nanti teman-teman loh ini kok ada, ini kok belum, ya memang begitu, banyak memang," ujarnya.

Dia berharap, pemenuhan kebutuhan untuk sekitar 8.000 koperasi tersebut dapat diselesaikan secara bertahap hingga akhir bulan ini. Selanjutnya, pemerintah akan melanjutkan proses serupa untuk koperasi lainnya hingga target akhir tahun tercapai.

Pemerintah menargetkan pembangunan dan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dilakukan secara bertahap hingga menjangkau lebih banyak desa. Zulhas menyebut, jumlah koperasi yang bisa disiapkan hingga akhir tahun bahkan berpotensi mencapai 40.000 unit.

"Tapi kita ambil moderat 35.000 lah ya (yang akan operasional tahun ini)," pungkasnya.


(wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Utang KDMP Rp37 T Jatuh Tempo, Kemenkeu: Dana Tersedia