MARKET DATA

Harga Minyak RI (ICP) Naik Tinggi US$112,81/Barel, Ini Biang Keroknya

pgr,  CNBC Indonesia
13 October 2026 10:55
10 Negara dengan Konsumsi Minyak Mentah Terbesar di Dunia, AS Terboros
Foto: Infografis/10 Negara dengan Konsumsi Minyak Mentah Terbesar di Dunia, AS Terboros/Ilham

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan rata-rata Harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) September 2026 sebesar US$112,81 per barel. Ini naik US$23,38 dibandingkan Agustus 2026 yang berada di level US$89,43 per barel.

Kenaikan harga minyak mentah itu, disebabkan ketegangan Timur Tengah yang mengguncang pasar minyak dunia. Atas hal ini, pemerintah memastikan pergerakan harga terus dipantau secara cermat untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 395.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan September 2026.

"Rata-rata ICP bulan September 2026 yang melonjak naik menjadi US$112,81 per barel merupakan cerminan dari dinamika pasar minyak global yang dipengaruhi oleh tingginya ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya risiko gangguan pasokan (supply disruption risk). Kenaikan ini terjadi secara menyeluruh pada seluruh benchmark internasional," papar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman, dikutip Selasa (13/10/2026).

Menurut Laode, eskalasi konflik militer dan kebuntuan diplomasi di Timur Tengah, khususnya ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, meningkatkan risiko keamanan pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital ekspor minyak dunia.

"Ekspor minyak mentah melalui rute vital tersebut sempat mengalami penurunan hingga 28 persen dibandingkan bulan Juli. Kondisi ini diperkuat oleh serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan tersebut, termasuk penutupan sementara Pipa East-West Arab Saudi berkapasitas 7 juta barel per hari akibat serangan drone sebagai langkah pencegahan," ujarnya.

Selain itu, penundaan kuota produksi oleh OPEC+ serta serangan lanjutan terhadap infrastruktur kilang dan terminal ekspor minyak di Rusia dan kawasan Laut Merah turut memperketat pasokan minyak mentah global.

Kenaikan juga terjadi pada seluruh harga minyak mentah utama dunia. Pada September 2026 dibandingkan Agustus 2026:

  • Brent (ICE) naik US$13,94 menjadi US$102,02 per barel.
  • WTI (Nymex) naik US$13,24 menjadi US$95,69 per barel.
  • Dated Brent naik US$25,93 menjadi US$116,77 per barel.
  • Basket OPEC naik US$24,29 menjadi US$110,73 per barel.

Untuk Oktober 2026, ICP diproyeksikan masih berada di level tinggi, namun mulai melandai ke kisaran US$98-103 per barel.

Laode menegaskan, pemerintah bersama pihak terkait akan terus mencermati pergerakan harga minyak dunia untuk mengambil langkah strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional.

"Kami memastikan formula ICP tetap transparan mencerminkan dinamika pasar internasional agar tetap akuntabel bagi keuangan negara dan kegiatan usaha hulu migas," ujarnya.

ICP menjadi acuan penting dalam perhitungan penerimaan negara dari sektor hulu migas dan asumsi makro APBN. Dengan pemantauan yang ketat dan penetapan harga yang transparan, pemerintah berupaya menjaga stabilitas sektor energi di tengah ketidakpastian pasar global.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Harga Minyak Dunia Tembus US$108 per Barel, Bahlil Buka Suara


Most Popular
Features