Internasional

Bom! Kim Jong Un Ngamuk, Korut Tembak Rudal Balistik ke Laut Jepang

sef, CNBC Indonesia
Selasa, 13/10/2026 08:00 WIB
Foto: Sebuah rudal balistik taktis diluncurkan dalam sebuah uji coba di Korut Senin (12/10/2026) (via REUTERS/KCNA)

Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Utara (Korut) meluncurkan sejumlah rudal balistik dari lepas pantai timurnya, Senin. Ini menjadi eskalasi terbaru menyusul ketegangan yang meningkat selama berminggu-minggu akibat ledakan ranjau darat di sepanjang perbatasan Korut dan Korea Selatan (Korsel) yang dijaga ketat dan melukai tiga tentara Seoul.

Mengutip AFP, Selasa (13/10/2026), Pemerintah Presiden Kim Jong Un mengonfirmasi telah melakukan uji coba peluncuran "rudal balistik taktis". Merujuk laman corong pemerintah Korut, KCNA, uji coba dilakukan untuk memastikan "keberhasilan penelitian peningkatan teknis pada elemen inti yang penting".


Secara terpisah, Kementerian Pertahanan Jepang mengonfirmasi peluncuran setidaknya satu rudal yang diduga sebagai rudal balistik Korut. Militer AS di Pasifik juga menyatakan bahwa Korut meluncurkan dua rudal balistik namun tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap personel atau wilayah AS dan sekutu.

Lebih rinci, Kepala Staf Gabungan (JCS) Korsel menyatakan bahwa militernya mendeteksi rudal ditembakkan sekitar pukul 09.20 waktu setempat. Beberapa rudal balistik diluncurkan dari wilayah Pyongyang ke arah Laut Timur atau perairan yang juga dikenal sebagai Laut Jepang.

"Militer kami telah meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan terhadap kemungkinan adanya peluncuran tambahan," tambah pernyataan Korsel.

"Beberapa rudal Korea Utara yang terdeteksi terbang sejauh lebih dari 900 kilometer (km)," ungkap JCS.

Makin Memanas

Eskalasi ini juga terjadi di tengah saling uji rudal yang dilakukan Korut dan Korsel. Sebelum pengujian terbaru, Korut sempat menembakkan rudal balistik jarak menengah di 3 Oktober.

Menurut adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong, Korut menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Ditegaskannya teknologi itu mampu mengubah lintasan terbangnya pada ketinggian rendah".

Beberapa hari kemudian, Seoul "membalas" dengan menyatakan telah berhasil menguji coba hypersonic glide vehicle (HGV) buat dalam negeri. Ini merujuk kendaraan luncur hipersonik di mana senjata ini mampu dibawa ke atmosfer atas oleh pendorong roket atau rudal balistik sebelum meluncur menuju sasarannya.

Kantor kepresidenan Korsel, Blue House juga memberi pernyataan. Ditegaskan bahwa HGV tersebut menawarkan "kemampuan pencegahan baru yang mampu menghantam target-target vital di dalam lingkup operasional Semenanjung Korea".

Meningkatnya ketegangan ini terjadi di tengah langkah pendekatan Presiden AS Donald Trump baru-baru ini terhadap Pyongyang, yang memicu kekhawatiran bahwa Seoul, yang merupakan sekutu Washington. Korsel bisa saja dikesampingkan dalam potensi perundingan nuklir yang melibatkan Korut.

Secara teknis, Seoul dan Pyongyang masih dalam keadaan perang. Konflik Korea berakhir pada tahun 1953 dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Ketegangan Korea Memanas, Pyongyang Kembali Luncurkan Rudal