RI Digitalisasi Data Penduduk, Ekonomi Bisa Tumbuh 9% di 2045
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan optimistis program digitalisasi data pemerintah dan integrasi data kependudukan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh hingga 9% dalam beberapa tahun ke depan.
"Saya percaya dalam penerapan sistem ini (digitalisasi data pemerintah), ekonomi kita bisa tumbuh 6%, bahkan 9% di 2045. Kita optimis bisa mencapainya, karena negara ini sangat kaya, saya ulangi, negara ini sangat kaya," kata Luhut dalam diskusi yang diselenggarakan DEN bersama Prasasti Center for Policy Studies, Senin (12/10/2026).
Luhut melanjutkan, saat ini proses digitalisasi data pemerintah dan integrasi data kependudukan masih berlangsung, dan ada beberapa daerah yang menjadi pilot project program ini. Bahkan, pihaknya menargetkan seluruh masyarakat di Indonesia sudah memiliki digital single ID pada akhir 2026.
"Pada akhir tahun ini, kita targetkan semua masyarakat di Indonesia sudah memiliki digital single ID. Jadi, setiap orang Indonesia hanya punya satu digital single ID. Kita sudah memiliki pilot project di Banyuwangi, mulai dari program pemerintahan, transfer uang, data perlinsos, dan lain-lain," terang Luhut.
Adapun di akhir Oktober 2026, pihaknya menargetkan digitalisasi ini sudah dapat dilakukan di 514 kabupaten/kota di Indonesia.
"Kita akan menyelesaikannya. Saat ini sudah lebih dari 10% dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia, ada 514 kabupaten. Kita targetkan dalam 2 minggu dari sekarang, jumlahnya akan bertambah," ujar Luhut.
(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]