Internasional

Remaja 14 Tahun Tembak Kepala Sekolah dengan Senapan Berburu

luc, CNBC Indonesia
Senin, 12/10/2026 21:10 WIB
Foto: AFP/MIGUEL MEDINA

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang remaja berusia 14 tahun ditangkap aparat Prancis pada Senin (12/10/2026) setelah seorang kepala sekolah menengah pertama (SMP) dan seorang guru ditembak menggunakan senapan berburu. Kepolisian dan jaksa setempat mengonfirmasi penangkapan tersebut.

Penembakan terjadi di Aubagne, sebuah kota di wilayah selatan Prancis dekat Marseille. Selain kepala sekolah dan guru, satu orang lainnya juga terkena tembakan yang hanya menyerempet tubuhnya. Kepolisian menyatakan kepala sekolah dan guru yang menjadi korban tidak berada dalam kondisi kritis.

Stasiun televisi France 3 melaporkan pelaku melepaskan beberapa tembakan di dalam lingkungan sekolah. Sejumlah staf kemudian berhasil melumpuhkan remaja tersebut sebelum aparat penegak hukum tiba di lokasi.


Menteri Pendidikan Prancis Edouard Geffray menyebut seorang siswa di sekolah Joseph-Lakanal diduga sebagai pelaku penembakan. Informasi itu disampaikan melalui unggahan di platform X.

"Perbuatan yang tidak dapat diterima ini kembali menjadi bukti meningkatnya kekerasan yang tidak terkendali di masyarakat kita, dan kita semua harus mengambil sikap untuk melawannya," tulis Geffray.

Kantor Kejaksaan Marseille membenarkan bahwa seorang tersangka telah ditangkap. Namun, pihak kejaksaan belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kasus tersebut.

Kantor Perdana Menteri Prancis mengatakan bahwa menteri dalam negeri dan menteri pendidikan sedang menuju lokasi kejadian.

Pihak berwenang menyatakan sejauh ini tidak ditemukan indikasi bahwa penembakan tersebut berkaitan dengan aksi protes pelajar sekolah menengah atas (SMA) yang mengguncang Prancis dalam beberapa pekan terakhir.

"Sekolah menengah pertama tersebut tidak terdampak oleh aksi protes para siswa sekolah menengah atas," kata kepolisian kepada AFP.

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Tuntut Perbaikan Pendidikan, 250 Ribu Pelajar Demo di Prancis