Video: Prospek Investasi WtE USD20 M, RI Bisa Pangkas 100% Impor Solar
Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah RI terus mendorong program Waste-to-Energy (WtE) atau mengolah limbah menjadi sumber energi sebagai bagian dari strategi mengatasi persoalan limbah/sampah sekaligus sebagai sumber energi alternatif.
KIS Group sebagai perusahaan manajemen limbah berkelanjutan dan solusi energi terbarukan global hadir sejak 2006 memastikan komitmennya dalam mengatasi perubahan iklim dan menciptakan lingkungan yang baik, salah satunya dengan menekan emisi dan menyediakan energi berkelanjutan dan memperkuat ketahanan energi.
Sejak 2011, KIS Group hadir di Indonesia dengan menawarkan solusi bisnis EBT termasuk waste-to-energy melalui pengolahan limbah sawit seperti EFB (empty fruit bunch/tandan kosong), kulit buah maupun Limbah cair sawit atau palm oil mill effluent (POME) menjadi biofuel.
KIS Group membantu perusahaan dalam menjalankan prinsip keberlanjutan dan mencapai net zero emission dengan mengganti penggunaan bahan bakar fosil dan gas alam menjadi biometana. Saat ini KIS Group tengah mengembangkan proyek biometana bersama Toyota Tsusho guna mendorong perusahaan menggunakan energi berkelanjutan.
KIS melihat potensi investasi sektor waste-to-energy sebesar USD 18 Miliar - 20 Miliar yang dapat menghasilkan 360 MMBtu biometana yang dapat menggantikan 90-100% impor LPG dan 100 Impor Solar
Seperti apa prospek investasi waste-to-energy RI? Selengkapnya simak ulasan Mercy Widjaja dengan Founder & CEO KIS Group, Raghunath K.R dalam Profit, CNBC Indonesia (Senin, 12/10/2026)