September 2026

Penjualan Mobil Turun, Bos Otomotif Lagi Cari Tahu Masalahnya

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Senin, 12/10/2026 13:10 WIB
Foto: Penjualan mobil bekas mewah di WTC Mangga Dua Jakarta Utara, Selasa (23/9/2025). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penjualan mobil baru di Indonesia mengalami penurunan pada September 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Meski begitu, secara tahunan pasar otomotif nasional masih tumbuh dan realisasi penjualan telah mencapai sekitar 80% dari target wholesales sepanjang tahun ini.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi mobil dari pabrik ke dealer atau wholesales mencapai 79.540 unit pada September 2026. Angka ini turun 2,7% dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 81.757 unit.

Sementara itu, penjualan mobil dari dealer ke konsumen atau retail sales tercatat sebanyak 81.243 unit, turun 2,6% dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 83.421 unit. Penurunan tersebut terjadi setelah penjualan retail mencatatkan angka tertinggi tahun ini pada bulan sebelumnya.


"Turun hanya 2,6% atau 2.178 unit mobil. Banyak kemungkinannya, kami belum menelaah mengenai penurunan ini," ujar Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto kepada CNBC Indonesia, Senin (12/10/26).

Kendati terkoreksi secara bulanan, pasar mobil masih tumbuh kuat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Wholesales September 2026 meningkat 28,1% secara tahunan dari 62.071 unit, sedangkan retail sales naik 27,4% dari 63.723 unit.

Secara kumulatif, wholesales sepanjang Januari-September 2026 mencapai 679.020 unit, meningkat sekitar 21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 561.405 unit. Adapun retail sales tercatat sebanyak 676.223 unit.

Gaikindo menargetkan penjualan mobil nasional mencapai 850.000 unit sepanjang 2026. Dengan realisasi wholesales sebanyak 679.020 unit hingga September, masih terdapat selisih 170.980 unit yang harus dipenuhi dalam tiga bulan terakhir tahun ini.

Dengan kata lain, realisasi wholesales baru mencapai sekitar 79,9% dari target tahunan. Untuk mencapai target tersebut, industri otomotif perlu membukukan rata-rata distribusi sekitar 56.993 unit per bulan selama Oktober-Desember 2026.

"Kami optimis mencapai target tahun ini, tetap realistis," kata Jongkie.

Dari sisi penjualan ke konsumen, realisasi retail sales hingga September mencapai 676.223 unit. Namun, angka ini tidak bisa langsung dibandingkan dengan target wholesales 850.000 unit karena keduanya menggunakan ukuran penjualan yang berbeda.

Meski target tahunan masih mungkin dikejar, industri otomotif tetap menghadapi tantangan dari kondisi ekonomi. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat, sehingga sebagian konsumen dapat menunda pembelian kendaraan.

Di sisi lain, pilihan kendaraan elektrifikasi semakin beragam, termasuk mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) asal China dengan harga di bawah Rp1 miliar. Kehadiran model-model tersebut membuka alternatif bagi konsumen di tengah pasar yang semakin kompetitif.

Dengan sisa target 170.980 unit, pasar otomotif nasional perlu menjaga penjualan pada kuartal IV agar target tahunan dapat tercapai. Rata-rata kebutuhan sekitar 57 ribu unit wholesales per bulan menjadi patokan utama untuk mengukur apakah target 850.000 unit pada 2026 dapat direalisasikan.


(hoi/hoi)
Saksikan video di bawah ini:

Video: 63 Ribu Lebih Pekerja Terkena PHK Hingga September 2026