9 Bulan Anggaran Pembangunan Infrastruktur Cair Rp196 T, Buat Apa Saja

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Senin, 12/10/2026 10:15 WIB
Foto: Progres Pembangunan Tol Jakarta-Cikampek Selatan. (Dok. PT Hutama Karya Infrastruktur)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah telah menyerap anggaran senilai Rp 196 triliun untuk pembangunan infrastruktur hingga 30 September 2026.

Realisasi itu naik 15,8% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 169,2 triliun, meskipun masih jauh lebih rendah dari realisasi 2024 yang dalam 9 bulan cairnya senilai Rp 240,9 triliun.


"Anggaran pembangunan infrstruktur Rp 196 triliun telah keluar," kata Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat konferensi pers APBN akhir pekan lalu, dikutip Senin (12/10/2026).

Total anggaran pembangunan infrastruktur yang telah keluar selama 9 bulan tahun ini mayoritas keluar melalui belanja pemerintah pusat sebesar Rp 170,9 triliun.

Di antaranya untuk pembangunan dan preservasi jalan Rp 19,4 triliun sepanjang 37,2 ribu kilometer, pembangunan jalan tol Rp 4,4 triliun dengan progres 17,7 kilometer, dan infrastruktur listrik pedesaan Rp 10,2 triliun.

Untuk yang melalui transfer ke daerah (TKD) pencairan anggaran infrastruktur senilai Rp 3,3 triliun dalam 9 bulan tahun ini.

Rinciannya melalui dana alokasi khusus (DAK) fisik Rp 1,8 triliun untuk perluasan SPAM jaringan perpipaan 12.472 sambungan rumah, SPALD setempat 9.523 unit, dan penanganan 398,6 kilometer jalan serta 82,1 meter jembatan.

Adapula dalam bentuk pembiayaan senilai Rp 21,7 triliun, melalui program FLPP Rp11 triliun yang diberikan terhadap 165.008 unit rumah, serta pembiayaan BLU LMAN Rp 9,6 triliun untuk 6,35 juta m2 tanah.


(arj/arj)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Vanuatu Bawa-Bawa Isu Soal Papua, Indonesia Buka Suara