MARKET DATA

Tiran Nusantara Grup & Raksasa China Teken Investasi Rp10 Triliun

hoi,  CNBC Indonesia
11 October 2026 13:19
PT Tiran Nusantara Grup teken kerjasama Rp10 T dengan Conch Investment Holdings. (Dok. PT Tiran Nusantara Grup)
Foto: PT Tiran Nusantara Grup teken kerjasama Rp10 T dengan Conch Investment Holdings. (Dok. PT Tiran Nusantara Grup)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Tiran Nusantara Grup bersama perusahaan raksasa Tiongkok Conch Investment Holdings (Hong Kong) Ltd., perusahaan di bawah Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok, resmi menandatangani kerja sama investasi tahap awal senilai Rp10 triliun di sektor industri manufaktur dan energi hijau (green energy) pada Jumat, 9 Oktober 2026 di Anhui, Tiongkok.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur operasional Tiran Nusantara Grup Andi Karyadi dan Direktur Conch Li Xin, serta disaksikan Presiden Komisaris Tiran Nusantara Grup Andi Amar Mar'uf Sulaiman.

Ruang lingkup kerja sama ini mencakup pembangunan pabrik bahan anoda baterai litium, pabrik kemasan plastik, pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB), serta pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Conch merupakan salah satu perusahaan terbesar di Tiongkok yang telah melakukan diversifikasi usaha ke industri energi baru, pengolahan limbah serta material industri dan konstruksi berteknologi tinggi.

Conch, bukan pemain baru di Indonesia. Investasi perusahaan tersebut yang telah berjalan di Indonesia sudah mencapai Rp30 triliun, sehingga kerja sama dengan Tiran Nusantara Grup menjadi kelanjutan komitmen jangka panjang Conch di Indonesia. Kedepan nilai kerja sama direncanakan berkembang secara bertahap.

"Kerja sama ini menegaskan kepercayaan mitra internasional terhadap iklim investasi Indonesia dan kapasitas industri nasional. Kami berkomitmen membangun industri hilir yang mampu menyerap tenaga kerja 5.000 orang dan memperkuat kemandirian ekonomi," ujar Rezki Mulyadi, Humas PT Tiran Nusantara Grup dalam siaran persnya, Minggu (11/10/2026).

Dalam kemitraan dengan Conch, struktur kepemilikan disusun sesuai karakter masing-masing proyek. Pada sebagian usaha patungan, Tiran Nusantara Grup memegang porsi kepemilikan 49% dan Conch 51%, sedangkan pada usaha patungan lainnya komposisinya dibalik, yakni Tiran Nusantara Grup 51% dan Conch 49%. Tiran Nusantara Grup merupakan kelompok usaha yang didirikan oleh Mentan Amran.

Perjalanan perusahaan bermula dari penelitian Amran mengenai serangan hama tikus yang melahirkan inovasi pengendalian tikus bernama Tiran, singkatan dari "Tikus Diracun Amran". Pada 1995, Amran mengurus hak paten atas inovasinya, antara lain Tiran 58PS dan Alpostran. Hingga kini, Amran tercatat memiliki tujuh hak paten di bidang inovasi pertanian, khususnya pengendalian hama, dan produknya telah digunakan jutaan petani di Indonesia serta dipasarkan ke Jepang, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan sejumlah negara lain.

Pada 2004, usaha tersebut berkembang menjadi embrio Tiran Nusantara Grup. Berawal dari modal pinjaman Rp500 ribu, Tiran Nusantara Grup kini menaungi lebih dari puluhan perusahaan dengan tenaga kerja ribuan orang, yang bergerak di sektor pertambangan, energi, perdagangan, logistik, hingga kawasan industri.

Di sektor logistik, Tiran Nusantara Grup mengoperasikan puluhan kapal angkut dan ratusan Dump Truck serta alat berat. Armada ini menjadi tulang punggung distribusi bahan baku dan hasil produksi lintas wilayah. Sejak 2007, Tiran Nusantara Grup telah aktif berinvestasi di berbagai sektor tersebut.

"Seluruh perusahaan dalam Tiran Nusantara Grup dimiliki oleh Mentan Amran. Alhamdulillah lini usaha Tiran Nusantara Grup lainnya berkembang, meski usaha utama racun tikus ditutup sejak Amran pertama kali diangkat menjadi Menteri Pertanian tahun 2014, demi menjaga profesionalisme beliau," tambah Rezki.

Di luar dunia usaha, Andi Amran Sulaiman dikenal sebagai sosok yang aktif dalam kegiatan sosial. Ia telah menyalurkan ribuan beasiswa bagi anak yatim piatu, penyandang disabilitas, dan mahasiswa, termasuk mahasiswa asal Palestina, dengan angkatan terakhir berjumlah 112 penerima. Bantuan kemanusiaan juga ia salurkan kepada masyarakat terdampak bencana alam, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga hingga Turki.

Terbaru, Andi Amran Sulaiman membangun Mesjid senilai 1 Trilliun dengan kapasitas hingga 20.000 orang sebagai pusat ibadah, peradaban, pendidikan, dan pemberdayaan umat. Andi Amran Sulaiman juga berinvestasi membangun rumah sakit setinggi 17 lantai untuk lebih banyak lagi membantu masyarakat yang kesulitan mengakses layanan kesehatan.

Kerja sama investasi ini diharapkan mempercepat transformasi industri nasional menuju energi bersih, pengelolaan limbah, dan hilirisasi sumber daya alam.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Ramai-Ramai Bahas Strategi Penguatan Mineral-Emas Demi Ekonomi RI


Most Popular
Features