Ramalan Bos BI: The Fed Bisa Batal Naikkan Suku Bunga pada Oktober

Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
Jumat, 09/10/2026 16:35 WIB
Foto: Profil Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti. (CNBC Indonesia/Maikel Jefriando)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) bisa saja menahan suku bunga acuannya di pertemuan pada sisa tahun ini, karena sikap dari para anggotanya sudah mulai melunak.

Hal ini, menurutnya, dapat dilihat dari probabilitas perkiraan pasar yang sebelumnya 90% pelaku pasar memperkirakan The Fed masih akan hawkish. Namun seiring perkembangan waktu, pelaku pasar yang memperkirakan The Fed justru menurun menjadi 40%.


"Saat Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI September, kita melihat bahwa probabilitas The Fed akan menaikkan suku bunga di Oktober ini sangat tinggi, bisa 90%. Tapi kemudian dalam perkembangan waktu, di September akhir, tiba-tiba pandangan dari The Fed sendiri berubah, dan pasar pun juga melihat sekarang probabilitasnya yang tadinya 90% itu sudah turun, jadi 40%, kemudian 30%," kata Destry dalam program Central Banking CNBC Indonesia, dikutip Jumat (9/10/2026).

Destry menambahkan, jika kondisi tersebut masih berjalan konsisten hingga akhir Oktober, maka potensi The Fed menahan suku bunga sangat besar.

"Jadi kalau kondisi seperti ini, mungkin Oktober The Fed tidak menaikkan suku bunga acuan, tapi kan nanti masih ada lagi Desember. Jadi memang itu semua data dependent, tergantung bagaimana kondisi yang ada di sana," terang Destry.

Meskipun begitu, Destry tetap memiliki kebijakan alternatif dan juga tetap forward looking, sehingga pihaknya sudah mengantisipasi jika The Fed kembali menaikkan suku bunga di pertemuan berikutnya.

"Tapi intinya kami, apapun kebijakan yang akan dilakukan oleh The Fed, tentunya kami sudah punya berbagai alternatif kebijakan yang akan kita lakukan, karena BI, sesuai dengan mandat yang diterima terakhir, bahwa kita juga memang selain stabilitas, kita juga harus bisa menciptakan iklim ekonomi yang kondusif," ujar Destry.


(arj/arj)
Saksikan video di bawah ini:

Video:Gubernur BI Buka Suara Kenapa BI Masih Tahan Suku Bunga di 5,75%