India Bakal Diguncang Demo Besar-Besaran, 20.000 Polisi Siaga
Jakarta, CNBC Indonesia - India mengerahkan lebih dari 20.000 personel kepolisian dan paramiliter di New Delhi menjelang aksi demonstrasi besar-besaran pada Sabtu. Â Unjuk rasa tersebut menuntut Ketua Komisi Pemilihan Umum India (ECI), Gyanesh Kumar, mundur terkait dugaan ketidakberesan dalam daftar pemilih.
Melansir AFP, Jumat (9/10/2026), gelombang protes mencuat menyusul kebijakan Special Intensive Revision atau revisi intensif khusus daftar pemilih yang dijalankan ECI. Lembaga tersebut menyatakan langkah itu bertujuan menghapus data pemilih ganda dan pemilih yang tidak memenuhi syarat, tetapi partai oposisi dan para pengkritik menduga kebijakan itu berpotensi mencabut hak pilih warga demi keuntungan Partai Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpin Perdana Menteri (PM)Â Narendra Modi.
Pemimpin oposisi di parlemen, Rahul Gandhi, bersama sejumlah tokoh oposisi, juga dijadwalkan bertemu dengan Presiden India Droupadi Murmu. Pertemuan itu bertujuan menyampaikan keberatan mereka terkait kepemimpinan Kumar. Gandhi sebelumnya sempat ditahan selama beberapa waktu ketika mengikuti demonstrasi pada pekan ini.
Menurut laporan kantor berita Press Trust of India, lebih dari 20.000 personel polisi dan paramiliter disiagakan di ibu kota. Pantauan AFP juga menunjukkan barikade logam berwarna kuning telah dipasang di sejumlah jalan utama untuk membatasi akses menuju Jantar Mantar, lokasi demonstrasi yang ditetapkan pemerintah.
Namun, kepolisian tidak memberikan izin bagi demonstrasi di lokasi tersebut. Meski demikian, kelompok aktivis tetap menyerukan mobilisasi massa dan merencanakan pawai menuju Jantar Mantar pada Sabtu.
Salah satu kelompok yang terlibat adalah Cockroach Janta Party (CJP), gerakan politik satir yang muncul secara daring pada Mei dan dipimpin kalangan muda. Kelompok tersebut sebelumnya menggelar aksi di Jantar Mantar dalam kampanye yang berujung pada lengsernya menteri pendidikan India saat itu.
Aktivis CJP, Saurav Das, menuding aparat melakukan penindakan terhadap pendukung kelompoknya menjelang demonstrasi. CJP juga mengklaim sejumlah sukarelawan dan pendukungnya telah ditahan, tetapi kepolisian belum menanggapi tuduhan tersebut.
"Kepolisian Delhi bertindak layaknya milisi pribadi BJP," tulis Das dalam unggahan di media sosial.
Sementara itu, ECI menepis tuduhan adanya pelanggaran dalam proses pemutakhiran daftar pemilih. Perselisihan tersebut kini menjadi pemicu protes politik di New Delhi, dengan oposisi menyoroti potensi hilangnya hak pilih warga dan menuntut pertanggungjawaban pimpinan lembaga penyelenggara pemilu.