MARKET DATA

Gunung Anak Krakatau Sebabkan Tsunami 60 Meter? Ini Kata Badan Geologi

pgr,  CNBC Indonesia
09 October 2026 13:30
Erupsi G. Anak Krakatau, Lampung pada tanggal 08 Oktober 2026 pukul 18:28 WIB . (Sosial Media/Thread/Badan.Geologi)
Foto: (Sosial Media/Thread/Badan.Geologi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan klarifikasi terkait berita Tsunami Gunung Anak Krakatau. Pada intinya, berita yang beredar di media sosial terkait Gunung Anak Krakatau menyebabkan Tsunami adalah Hoax.

"Menyikapi informasi yang beredar di media sosial TikTok mengenai potensi tsunami setinggi 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, Badan Geologi mengonfirmasi bahwa narasi tersebut adalah tidak benar (hoax)," terangh Badan Geologi dalam akun instagram resminya @badan.geologi, Jumat (9/10/2026).

Unggahan yang disebarkan oleh akun "XinShi" merupakan hasil penyuntingan dari konten asli milik Badan Geologi. Saat ini, Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi jarak aman minimum 2 km dari kawah aktif.

"Masyarakat diimbau untuk selalu waspada serta tidak memercayai isu atau ramalan kebencanaan yang tidak berbasis data ilmiah," jelas Badan Geologi.

Penjelasan terbaru:

  • Memang benar telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau, Lampung pada 5 Oktober 2026 pada pukul 20.28 WIB dengan amplitudo maksimum 33 mm dan durasi kurang lebih 1 menit 1 detik.
  • Gunung Anak Krakatau berada pada status level II (Waspada) bukan dalam kondisi seperti yang dinarasikan dalam isu tsunami 60 meter tersebut.
  • Masyarakat, Pengunjung, wisatawan dan pendaki di imbau untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau berdasarekan dalam radius 2 km dari kawah aktif
  • Badan Geologi mengimbau agar masyakarat tidak mempercayai ramalan atau informasi yang tidak berbasis pada data ilmiah

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Apakah Erupsi Gunung Anak Krakatau Mirip 2018? Ini Kata Badan Geologi


Most Popular
Features