MARKET DATA

Penjualan Ritel RI Tumbuh 1,3% pada Agustus, Ini Pendorongnya

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
09 October 2026 13:05
Penjualan tahu dan tempe di Pasar Minggu, Jakarta. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Penjualan tahu dan tempe di Pasar Minggu, Jakarta. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) mencatat Survei Penjualan Eceran (SPE) Agustus 2026 mengindikasikan peningkatan kinerja penjualan eceran.

Secara tahunan, Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus 2026 tercatat sebesar 226,5 atau tumbuh 1,3% (yoy), meningkat dari bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 1,1% (yoy).

"Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (indeks 323,5; tumbuh 2,6% (yoy)) menjadi pendorong utama pertumbuhan pada periode laporan," ungkap survei BI, Jumat (9/10/2026).

Lebih lanjut, Kelompok Suku Cadang dan Aksesori (indeks 141,5) tetap tumbuh sebesar 3,9% (yoy) meskipun melambat dari periode sebelumnya.

Selanjutnya, secara bulanan kinerja penjualan eceran pada Agustus 2026 mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,8% (mtm), meningkat dari bulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 0,1% (mtm).

Menurut survei BI, kinerja penjualan eceran pada periode Agustus 2026 masih ditopang oleh Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dan Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang masing-masing tumbuh sebesar 3,8% (mtm) dan 1,7% (mtm).

"Peningkatan secara bulanan pada Agustus 2026 seiring dengan terjaganya permintaan pada periode Hari Kemerdekaan Republik Indonesia," kata BI.

Lebih lanjut, BI memperkirakan penjualan eceran pada September 2026 diprakirakan meningkat secara tahunan. Indeks Penjualan Riil (IPR) September 2026 diprakirakan tumbuh sebesar 1,4% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 1,3% (yoy), sehingga mencapai level 221,3.

Peningkatan penjualan tersebut didorong oleh kenaikan penjualan pada Kelompok Barang Lainnya, Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, serta Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi.

Secara bulanan, penjualan eceran pada September 2026 diprakirakan terkontraksi sebesar 2,3% (mtm) terutama dipengaruhi oleh penurunan pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article BI: Penjualan Eceran Juli 2026 Tumbuh 1,1%


Most Popular
Features