Dalam 9 Bulan Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 494,3 Triliun

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Jumat, 09/10/2026 10:53 WIB
Foto: Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menyampaikan keterangan saat Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Oktober 2026 di Gedung Djuanda, Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (9/10/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan, pembiayaan utang hingga akhir September 2026 sebesar Rp 494,3 triliun, atau setara 59,4% dari target Rp832,2 triliun.

Suahasil mengungkapkan, total penarikan utang baru ini masih lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp 502,9 triliun.

"Pembiyaan APBN terjaga on track," kata Suahasil saat konferensi pers APBN di kantornya, Jakarta, Jumat (9/10/2026).


Suahasil menjelaskan, total penarikan utang baru itu sebagian besar berasal dari hasil penerbitan surat berharga negara Rp 497,5 triliun, atau setara 62,2% dari target Rp799,5 triliun.

Lalu, yang berasal dari pinjaman masih minus Rp3,2 triliun atau terkontraksi 9,9% dari target Rp 32,7 triliun.

Suahasil memastikan, pengadaan utang ini terjaga on track, disesuaikan dengan kebutuhan kas dan dinamika pasar serta mempertimbangkan cost of fund yang efisien, pada tingkat risiko yang manageable.

Pengelolaan utang ia pastikan dilakukan secara hati-hati dan terukur, didukung sinergi erat dengan Bank Indonesia, dan otoritas terkait untuk memperkuat kepercayaan pasar, menjaga stabilitas, dan memastikan keberlanjutan pembiayaan APBN.


(arj/arj)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Dana Asing Rp131 Triliun Mengalir ke Indonesia