Emas Ikut Dongkrak Inflasi RI, Suahasil Ungkap Kondisi Sebenarnya

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Jumat, 09/10/2026 10:40 WIB
Foto: Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menyampaikan keterangan saat Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Oktober 2026 di Gedung Djuanda, Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (9/10/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyoroti kontribusi harga emas perhiasan terhadap inflasi inti Indonesia pada September 2026. Di luar pengaruh emas, inflasi inti masih menunjukkan tren peningkatan yang mengindikasikan permintaan domestik terus menguat.

Suahasil mengungkapkan, inflasi inti Indonesia tercatat sebesar 2,84% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada September 2026. Jika ditarik dalam tren setahun terakhir, inflasi inti menunjukkan kecenderungan meningkat.

Menurut dia, tren tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa permintaan agregat atau aggregate demand di dalam negeri mengalami peningkatan.


"Kalau kita lihat dari setahun lalu, kelihatan ada tren naik dikit. Ini adalah indikasi agregat demand kita meningkat, permintaan dalam negeri meningkat," ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa.

Meski demikian, jika dibandingkan dengan Agustus 2026, inflasi inti pada September tercatat sedikit menurun. Suahasil menjelaskan, pergerakan tersebut dipengaruhi oleh faktor harga emas, khususnya emas perhiasan yang memberikan kontribusi terhadap inflasi inti.

Namun, apabila komponen emas dikeluarkan dari perhitungan inflasi inti, tekanan inflasi justru terlihat meningkat. Inflasi inti tanpa komponen emas naik dari 2,35% pada Agustus menjadi 2,49% pada September 2026.

"Kalau emas saya keluarkan dari inflasi inti, tetap naik dari 2,35% di Agustus menjadi 2,49%," jelasnya.

Kenaikan inflasi inti di luar komponen emas tersebut memperlihatkan bahwa tekanan harga tidak semata-mata berasal dari pergerakan harga emas perhiasan. Perkembangan ini juga sejalan dengan indikasi peningkatan permintaan barang dan jasa di dalam negeri.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Realisasi APBN Agustus 2026 Catat Pendapatan Rp2.055,6 T