FOTO Internasional

Penampakan Bus Tinggal Rangka Usai Meledak-30 Tewas, Diserang Rusia?

Reuters, AFP, CNBC Indonesia
Sabtu, 10/10/2026 14:26 WIB

Ukraina menuduh Rusia sengaja menargetkan warga sipil setelah 30 orang tewas ketika dua bus diledakkan di garis depan kota Kramatorsk. 

1/5 Rusia menyerang bus di kota Kramatorsk, Ukraina, Jumat (9/10/2026). Serangan ini salah satu serangan paling mematikan dalam beberapa minggu terakhir. (via REUTERS/State Emergency Service of Ukrai)

Rusia menyerang bus di kota Kramatorsk, Ukraina, Jumat (9/10/2026). Ukraina menuduh Rusia sengaja menargetkan warga sipil setelah 30 orang tewas ketika dua bus diledakkan di garis depan kota Kramatorsk. (via REUTERS/State Emergency Service of Ukrai)

2/5 Rusia menyerang bus di kota Kramatorsk, Ukraina, Jumat (9/10/2026). Serangan ini salah satu serangan paling mematikan dalam beberapa minggu terakhir. (via REUTERS/State Emergency Service of Ukrai)

Serangan terjadi pada pagi hari di dekat halte bus di kota yang berada di garis depan perang tersebut. Kepala Administrasi Militer Kota Kramatorsk, Oleksandr Honcharenko, menuding Rusia sengaja menargetkan warga sipil. (via REUTERS/State Emergency Service of Ukrai)

3/5 Rusia menyerang bus di kota Kramatorsk, Ukraina, Jumat (9/10/2026). Serangan ini salah satu serangan paling mematikan dalam beberapa minggu terakhir. (via REUTERS/State Emergency Service of Ukrai)

Serangan Kramatorsk terjadi hanya sehari setelah lima anak kecil termasuk di antara 22 orang yang tewas ketika sebuah rudal Rusia menghantam blok apartemen lima lantai di Pryluky, di wilayah utara Chernigiv. (AFP/HANDOUT)

4/5 Rusia menyerang bus di kota Kramatorsk, Ukraina, Jumat (9/10/2026). Serangan ini salah satu serangan paling mematikan dalam beberapa minggu terakhir. (via REUTERS/State Emergency Service of Ukrai)

Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya intensitas serangan udara Rusia terhadap berbagai wilayah Ukraina. (AFP/HANDOUT)

5/5 Rusia menyerang bus di kota Kramatorsk, Ukraina, Jumat (9/10/2026). Serangan ini salah satu serangan paling mematikan dalam beberapa minggu terakhir. (via REUTERS/State Emergency Service of Ukrai)

Kedua negara masih terlibat perang udara jarak jauh, sementara pergerakan pasukan darat di sebagian besar garis depan relatif mengalami kebuntuan. (AFP/HANDOUT)