Siasat AS-China, Punya Batu Bara Melimpah Tapi Pilih Keruk Negara Lain

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Kamis, 08/10/2026 11:05 WIB
Foto: Foto udara menujukkan sejumlah perahu tongkang batu bara melintas di Sungai Mahakam, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (24/7/2024). Sungai Mahakam berfungsi sebagai jalur pengangkutan batu bara. Setiap hari di sungai ini dipadati tongkang yang membawa muatan batu bara. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dan China lebih memilih mengimpor batu bara dari negara lain. Hal itu meskipun AS dan China menguasai cadangan masing-masing sebesar 247,9 miliar ton dan 157,0 miliar ton.

Langkah tersebut berbanding terbalik dengan Indonesia yang aktif memproduksi dan mengekspor batu baranya sendiri meski cadangan nasional hanya sebesar 31,89 miliar ton atau 2% hingga 3% dari total cadangan dunia.

Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan menilai negara-negara pemilik cadangan batu bara terbesar di dunia cenderung menyimpan sumber daya alam milik mereka sendiri selama masih bisa membeli dari pasar internasional.


"Bandingkan dengan saya coba melihat, coba porsi kita itu kan dibandingkan dunia itu kecil sekali, 2 sampai 3%. Jadi ternyata negara-negara sekelas Amerika tuh cadangannya besar sekali, 247,9 miliar ton. Dan dan Rusia, China, dan mereka-mereka itu negara itu cadangannya besar, tapi dia beli batu bara," katanya di Jakarta, dikutip Kamis (8/10/2026).

Berdasarkan catatan perusahaan, posisi cadangan batu bara Indonesia sebesar 31,89 miliar ton berada di peringkat keenam dunia di bawah Amerika Serikat dengan 247,9 miliar ton, Rusia 162,2 miliar ton, China 157,0 miliar ton, Australia 149,5 miliar ton, dan India 127,7 miliar ton.

Dari total cadangan dalam negeri, PTBA menguasai cadangan sebesar 2,88 miliar ton atau porsi 9,03% serta sumber daya 5,71 miliar ton dari total sumber daya nasional 98,41 miliar ton.

"Iya kan, hebatnya mereka itu, Amerika itu kan belinya dari Kolombia, dari gitu-gitu, Pak. Tapi dia di dalam negeri atau didiemin aja. Itulah hebatnya negara-negara maju, Pak. Jadi dia selagi masih ada yang jual saya beli deh, gitu. Punya saya saya simpen aja dulu," bebernya.

PTBA sendiri mengalokasikan 1,145 miliar ton cadangan batu bara untuk empat proyek hilirisasi hingga periode 2028-2031 untuk mengoptimalkan nilai tambah cadangan nasional. Hal itu pun sejalan dengan amanat Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945 agar kekayaan alam dikuasai negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

"Ya itulah nanti supaya kita ke depan mau kita apain ini batu bara ini supaya kita menjadi lebih bernilai ke depan, kurang lebih begitu. Inilah, jadi kita kecil sekali, Pak, dibandingkan 99 itu dua, ya kan, kecil sekali yang kita miliki," tandasnya.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Usai Trump & Xi Jinping Kopdar, China Kirim Kembali 2 Panda ke AS