FOTO Internasional

Dunia sedang "Demam", Jalur Air Bersejarah Mendadak Berubah Jadi Hijau

Reuters, CNBC Indonesia
Rabu, 07/10/2026 05:00 WIB

Kanal bersejarah di Ghent, Belgia, berubah hijau setelah ditutupi tanaman air duckweed akibat gelombang panas dan minimnya curah hujan.

1/5 Sebuah kapal wisata melintasi bagian Sungai Lys di Ghent, Belgia, yang tertutup tanaman air duckweed pada 5 Oktober 2026. (REUTERS/Stephanie Lecocq)

Sebuah kapal wisata melintasi bagian Sungai Lys yang dipenuhi tanaman air duckweed di Ghent, Belgia, Senin (5/10/2026). Pertumbuhan tanaman tersebut membuat kanal-kanal bersejarah di kota itu berubah warna menjadi hijau cerah. (REUTERS/Stephanie Lecocq)

2/5 Sebuah kapal wisata melintasi bagian Sungai Lys di Ghent, Belgia, yang tertutup tanaman air duckweed pada 5 Oktober 2026. (REUTERS/Stephanie Lecocq)

Ghent dikenal dengan arsitektur dan seni abad pertengahan serta menjadi destinasi populer bagi wisatawan dan pelajar. (REUTERS/Stephanie Lecocq)

3/5 Sebuah kapal wisata melintasi bagian Sungai Lys di Ghent, Belgia, yang tertutup tanaman air duckweed pada 5 Oktober 2026. (REUTERS/Stephanie Lecocq)

Perubahan warna kanal terjadi setelah Belgia mengalami gelombang panas bersejarah selama musim panas. (REUTERS/Stephanie Lecocq)

4/5 Sebuah kapal wisata melintasi bagian Sungai Lys di Ghent, Belgia, yang tertutup tanaman air duckweed pada 5 Oktober 2026. (REUTERS/Stephanie Lecocq)

Kondisi cuaca luar biasa hangat berlanjut hingga September, dengan suhu mencapai 28–30 derajat Celsius. (REUTERS/Stephanie Lecocq)

5/5 Sebuah kapal wisata melintasi bagian Sungai Lys di Ghent, Belgia, yang tertutup tanaman air duckweed pada 5 Oktober 2026. (REUTERS/Stephanie Lecocq)

Menurut laporan media setempat, suhu tinggi dan minimnya curah hujan menciptakan kondisi ideal bagi perkembangbiakan duckweed, tanaman air berwarna hijau cerah yang kemudian menutupi permukaan kanal. (REUTERS/Stephanie Lecocq)