CLOSE AD
MARKET DATA

Begini Respons Airlangga Soal Penghentian Proyek Data Center AI BDx

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
06 October 2026 13:25
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat bertemu wartawan di Jakrata, Jumat (2/10/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)
Foto: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat bertemu wartawan di Jakrata, Jumat (2/10/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku belum dapat memberikan tanggapan lengkap terkait penghentian sementara proyek pusat data kecerdasan buatan (AI) milik BDx Data Centers di kawasan Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

Saat ditanya mengenai proyek pusat data yang tengah menjadi sorotan tersebut, Airlangga mengaku belum mencermati perkembangan terbaru dan akan mempelajari persoalan tersebut lebih lanjut.

"Ya nanti saya belum perhatiin itu, nanti kita lihat," kata Airlangga saat ditemui di Acara 14th US-Indonesia Investment Summit 2026, Jakarta, Senin (5/10/2026).

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghentikan sementara pembangunan pusat data milik perusahaan berbasis Singapura tersebut pada akhir September 2026. Penghentian dilakukan karena proyek tersebut disebut belum mengantongi seluruh perizinan yang diperlukan.

Dalam kesempatan yang sama, Airlangga juga ditanya mengenai isu kebutuhan air untuk industri pusat data yang belakangan menjadi perhatian publik, terutama setelah muncul kekhawatiran terkait ketersediaan air di sejumlah wilayah Jawa Barat.

Menanggapi hal tersebut, Airlangga menegaskan bahwa kebutuhan air tidak hanya diperlukan oleh pusat data, melainkan juga hampir seluruh sektor industri.

"Semua industri perlu air, apalagi industri makanan minuman," ujarnya.

Ketika ditanya apakah pemerintah telah melakukan peninjauan ulang terkait kebutuhan air proyek tersebut, Airlangga kembali menekankan bahwa air merupakan kebutuhan dasar berbagai sektor usaha.

"Jadi semua industri butuh air," katanya.

Sebelumnya, Airlangga dalam forum 14th US-Indonesia Investment Summit 2026 menegaskan pemerintah tengah mendorong pengembangan ekonomi digital, termasuk pembangunan pusat data yang siap mendukung pengembangan AI dan ekosistem semikonduktor di Indonesia.

Pemerintah juga menargetkan Indonesia menjadi salah satu pusat ekonomi digital terbesar di kawasan ASEAN dengan dukungan investasi pada infrastruktur digital dan pusat data untuk menopang perkembangan teknologi AI. Bahkan, dia mengklaim target pertumbuhan ekonomi 8% Indonesia, salah satunya dicapai dengan pengembangan AI.

Menurutnya, Indonesia juga tengah membangun pusat data (data center) yang siap mendukung pengembangan AI, termasuk di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, Batam.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Airlangga: RI Bisa Tumbuh 6-7%, Asal Mesin Baru Ini Ngebut


Most Popular
Features