Internasional

Pelatih Thailand Anthony Hudson "Banjir" Ancaman Pembunuhan

luc, CNBC Indonesia
Selasa, 06/10/2026 13:20 WIB
Foto: Pelatih Thailand Anthony Hudson. (Dimas Rachmatsyah/ZUMA Press Wire)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kekalahan Thailand dari Indonesia di final FIFA ASEAN Cup 2026 menyisakan cerita lain di luar lapangan. Pelatih Gajah Perang, Anthony Hudson, dilaporkan mendapat sejumlah ancaman pembunuhan, bahkan keluarganya ikut menjadi sasaran pesan bernada intimidasi.

Menurut media Thailand, Spacebar, Selasa (6/10/2026), ancaman tersebut diterima Hudson dalam beberapa waktu terakhir. Tidak hanya ditujukan langsung kepada pelatih asal Inggris itu, sejumlah kelompok ekstremis juga disebut mengirimkan pesan-pesan jahat kepada anggota keluarganya.

Situasi tersebut membuat Hudson berada dalam tekanan. Ia sebelumnya mengatakan bahwa pihak yang tidak setuju dengan rencananya untuk membangun tim nasional Thailand seharusnya menyampaikan keberatan melalui dialog secara langsung.


Hudson bahkan menyatakan terbuka untuk mendengarkan kritik. Namun, ancaman yang terus berdatangan membuat persoalan tersebut belum mereda.

Tekanan kian hebat setelah perjalanan Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026 berakhir dengan kekalahan dari Indonesia. Gajah Perang sempat berada dalam posisi untuk merebut trofi, tetapi akhirnya harus mengakui keunggulan Indonesia.

Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Hudson tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya. Ia juga menegaskan keyakinannya terhadap proyek pembangunan tim nasional Thailand yang sedang dijalankannya.

"Pertama-tama, selamat kepada Indonesia. Mereka memiliki pemain yang bagus dan kuat. Secara pribadi, saya merasa sedih. Saya tidak tahu harus berkata apa, tetapi saya harus mengatakan bahwa saya bangga dengan para pemain atas apa yang telah mereka tunjukkan dalam pertandingan ini, semangat mereka, reaksi mereka, dan ketika tim bermain dengan 10 pemain, saya tidak menyalahkan siapa pun," ujar Hudson.

Ia mengakui kekalahan tersebut mengecewakan. Namun, Hudson mengatakan dirinya akan segera mengalihkan perhatian untuk persiapan Thailand menghadapi Piala Asia.

"Sayang sekali kalah dalam pertandingan ini. Saya rasa saya akan istirahat sejenak dan kemudian fokus mempersiapkan diri untuk Piala Asia. Seperti yang saya katakan sebelumnya tentang kritik yang saya terima, saya telah belajar sejak hari pertama saya mengambil alih tim bahwa kami selalu memiliki susunan pemain yang berbeda karena keadaan yang berbeda di setiap turnamen, baik yang ini maupun Piala AFF sebelumnya," katanya.

Hudson juga ingin mempertahankan kerangka utama skuad Thailand sembari memberikan ruang bagi pemain-pemain muda untuk berkembang.

"Sekarang, fokus saya adalah mempertahankan skuad inti. Saya bangga melihat banyak pemain muda berbakat yang termasuk dalam tim; mereka memiliki potensi besar, dan saya percaya ada banyak pemain muda lain yang tidak ada dalam skuad saat ini yang dapat berkontribusi bagi tim nasional," tutur Hudson.

Hudson mulai menangani tim nasional Thailand pada akhir 2025. Di bawah kepemimpinannya, Thailand berhasil memastikan tiket ke Piala Asia 2027. Namun, perjalanan Thailand di dua turnamen regional berakhir kurang memuaskan setelah gagal menjadi juara di final Piala AFF dan FIFA ASEAN Cup 2026.

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Harga Pangan Bergejolak,Ini Strategi Pasar Jaya Redam Inflasi