Mendekati Akhir Tahun, Stok BBM RI Dipastikan Aman Hingga 20 Hari
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Minerl (ESDM) menjaga agar stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional tetap di angka 18 hari sampai 20 hari. Sejauh ini, stok dengan angka tersebut masih dalam kondisi aman.
Direktur Jendeeral Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menyatakan, bahwa sejak terjadinya konflik di Timur Tenagh, Indonesia kehilangan sumber impor BBM hingga 25%. Atas hal itu pemerintah lebih aktif melakukan hunting ke negara-negara yang memiliki stok BBM.
"Kita lakukan hunting untuk menjaga agar stok nasional itu ada dan hunting ini tidak lagi mekanisme pengadaan seperti sebelumnya," terang Laode, dikutip Selasa (6/10/2026).
Laode menuturkan, bahwa sejatinya, mekanisme pengadaan lelang yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) saat ini sepi peminat. Sehingga ini membuat pemerintah lebih aktif melakukan hunting.
"Jika sebelumnya Pertamina itu melakukan lelang, maka sekarang lelang itu relatif pesertanya tidak ada. Jadi, kita harus cari negara-negara yang punya kelebihan stok, kita beli dengan harga akan bisa berpotensi lebih tinggi daripada harga kalau kita lakukan dengan pengadaan biasa," tegas Laode.
Di tengah tantangan impor tersebut, pemerintah menjamin ketahanan stok BBM nasional selalu terjaga di kisaran aman 18-20 hari. Selain menjaga cadangan stok, pemerintah juga mempertahankan harga BBM bersubsidi agar tidak naik demi menekan inflasi serta melindungi petani dan nelayan.
"Jadi, ada dua hal ini, pertama adalah subsidi di solar dan bensin tetap kita jaga tetap, yang kedua adalah ketahanan stok 18-20 hari itu tetap ada," katanya.
Adapun, Laode angkat suara soal antrean BBM yang sempat terjadi di sejumlah daerah murni disebabkan hambatan distribusi akibat El Nino, bukan karena kelangkaan pasokan. Kondisi El Nino menyebabkan alur sungai mengering sehingga pengiriman terpaksa dialihkan dari kapal ke armada truk yang kapasitas angkutnya lebih terbatas.
"Kondisi El Nino ini menyebabkan proses pengiriman dan distribusi yang contohnya misalnya lewat sungai, sungainya kering, lalu dikirim pakai truk, dan truknya ini kapasitasnya tidak sebesar kalau kita mengirimkan dengan menggunakan kapal-kapal di sungai," tandasnya.
(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]