BUMN Cuma Secuil! Batu Bara RI Dikuasai Swasta, Ini Datanya

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Senin, 05/10/2026 17:35 WIB
Foto: PTBA membukukan laba bersih sebesar Rp1,4 Triliun dan EBITDA sebesar Rp3,6 Triliun, dengan EBITDA margin di angka 11% hingga Kuartal III 2025. (Dok. PT Bukit Asam Tbk (PTBA))

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat porsi sumber daya batu bara yang dikelola perusahaan secara nasional hanya sebesar 5,81% dari total kekayaan batu bara Indonesia. Porsi yang terbilang relatif kecil tersebut menunjukkan bahwa pengusahaan batu bara di dalam negeri saat ini masih didominasi oleh sektor swasta.

Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan memaparkan bahwa perseroan memiliki total sumber daya batu bara sebesar 5,71 miliar ton dengan cadangan terbukti mencapai 2,88 miliar ton. Sementara itu, total sumber daya batu bara nasional tercatat mencapai 98,41 miliar ton dan total cadangan nasional berada di angka 31,89 miliar ton.

Posisi cadangan Indonesia berada di peringkat keenam dunia di bawah Amerika Serikat, Rusia, China, Australia, dan India.


"PT Bukit Asam itu kita sumber daya kita hanya 5,7 miliar ton sumber daya kita, yang sudah terbukti menjadi cadangan 2,88 miliar ton," kata Bambang dalam acara Media Synergy Forum PTBA, Jakarta, dikutip Senin (5/10/2026).

Bambang memaparkan bahwa untuk porsi cadangan terbukti, PTBA memegang sekitar 9,03% dari total cadangan nasional. Ia menekankan pentingnya meluruskan tata kelola sumber daya alam nasional mengingat kepemilikan cadangan batu bara saat ini sebagian besar dipegang oleh perusahaan swasta.

"Jadi porsi Bukit Asam hanya 5,81%. Maksudnya apa? Jadi kita tidak dikuasai oleh negara. Batu bara hari ini kan lebih banyak di swasta. Nah itu nanti itu yang sudah kejadian lah di masa lalu, tapi saya ingin mengingatkan bahwa batu bara adalah milik nasional, milik negara harusnya," imbuhnya.

Dengan begitu, untuk mengoptimalkan nilai dari porsi sumber daya yang dikelola, BUMN yang dibawahi oleh Danantara dan MIND ID tersebut terus memacu efisiensi operasional serta proyek hilirisasi demi memberikan kontribusi maksimal bagi kemakmuran rakyat.

"Kalau Pasal 33 (Undang-undang Dasar/UUD), bumi, air, dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat. Nah itu loh," tegasnya.

Berdasarkan catatan perusahaan, PTBA juga telah mengalokasikan sekitar 1,145 miliar ton cadangan batu bara untuk empat proyek hilirisasi berkelanjutan menuju komersialisasi (Commercial Operation Date/COD) pada periode 2028-2031, termasuk pengembangan Coal to Chemicals serta Coal to Metanol/DME.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pasok Batu Bara untuk Domestik Lebih dari 54%