Potret Kerusakan Rumah Warga di Sumba usai Diguncang Gempa 6,1

Tim Redaksi, CNBC Indonesia
Minggu, 04/10/2026 21:00 WIB
Foto: Sejumlah rumah di Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Barat, dan Kabupaten Sumba Timur mengalami kerusakan akibat gempabumi berkekuatan magnitudo 6,1 yang mengguncang wilayah setempat, pada Minggu (4/10). (BPBD)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gempa bumi mengguncang kawasan Kodi, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (4/10/2026) pagi. Gempa bumi berkekuatan M6,1 SR ini menyebabkan sedikitnya 20 rumah warga dan fasilitas umum lainnya rusak.

Berdasarkan hasil pendataan sementara yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada 20 unit rumah terdampak, terdiri dari 19 unit rusak ringan dan 1 unit rusak sedang. Kerusakan rumah tersebut tersebar antara lain di Desa Waikadada, Weerena, Bondo Kodi, dan Homba Karipit.

Sejumlah rumah di Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Barat, dan Kabupaten Sumba Timur mengalami kerusakan akibat gempabumi berkekuatan magnitudo 6,1 yang mengguncang wilayah setempat, pada Minggu (4/10). (BPBD) 

Selain rumah warga, tiga fasilitas ibadah mengalami kerusakan ringan, yaitu Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge, Gereja Pantekosta Jata Ngedo Bila Cenge, dan Gereja Katedral Waitabula. Gempa juga berdampak pada satu fasilitas pendidikan, yaitu SDK Manu Toghi, serta satu fasilitas umum berupa Balai KB Desa Wallandimu.


Sementara di Kabupaten Sumba Barat, tercatat tiga unit rumah/asrama Koramil mengalami kerusakan ringan.

Sejumlah rumah di Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Barat, dan Kabupaten Sumba Timur mengalami kerusakan akibat gempabumi berkekuatan magnitudo 6,1 yang mengguncang wilayah setempat, pada Minggu (4/10). (BPBD) 

Selain kerusakan bangunan, gempa juga menyebabkan satu orang mengalami luka ringan setelah tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa terjadi. Korban telah mendapatkan penanganan dan menjalani rawat jalan. Tidak terdapat laporan korban meninggal dunia maupun korban luka berat.

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Sumba Barat. Di sejumlah wilayah, masyarakat sempat keluar dari rumah saat merasakan guncangan, namun situasi selanjutnya kembali kondusif. Wilayah pesisir bagian barat Pulau Sumba juga dilaporkan merasakan guncangan cukup kuat. Hingga laporan ini diterbitkan, tidak ada potensi tsunami.

BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya dan BPBD Kabupaten Sumba Barat menyebut posko awal penanganan bencana telah didirikan di Lapangan Makodim 1629/Sumba Barat Daya. 

BNPB terus melakukan monitoring dan koordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur serta BPBD kabupaten terdampak. Pemutakhiran data korban, kerusakan, dan kebutuhan masyarakat juga dilakukan seiring dengan hasil asesmen di lapangan.

Masyarakat diimbau tetap tenang, waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, dan mengikuti informasi resmi dari BNPB, BMKG, BPBD, serta instansi terkait lainnya. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan dan tidak memasuki bangunan yang kondisinya belum dinyatakan aman.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: KLH Telusuri 57 Perusahaan Terkait Karhutla