FOTO Internasional

Potret Chaos Pelajar Bentrok dengan Polisi, 400 Sekolah Ditutup

Reuters, CNBC Indonesia
Sabtu, 03/10/2026 09:15 WIB

Polisi antihuru-hara bentrok dengan pelajar di Prancis. Protes dipicu kondisi sekolah, kekurangan guru, dan rencana pemangkasan anggaran pendidikan.

1/8 Para siswa sekolah menengah dan mahasiswa di Prancis berhadapan dengan polisi antihuru-hara di tengah bentrokan saat unjuk rasa untuk menuntut perekrutan guru pengganti, penambahan sumber daya, dan kondisi pembelajaran yang lebih baik, serta untuk mendukung gerakan siswa sekolah menengah yang sedang berlangsung di departemen Seine-Saint-Denis, di Saint-Denis dekat Paris, Prancis, pada 1 Oktober 2026. (REUTERS/Abdul Saboor)

Polisi antihuru-hara terlibat bentrokan dengan pelajar sekolah menengah di sejumlah kota di Prancis pada Jumat (2/10/2026). Pemerintah Presiden Emmanuel Macron berupaya meredam aksi protes yang semakin diwarnai kekerasan terkait kondisi dan pendanaan sekolah. (REUTERS/Abdul Saboor)

2/8 Para siswa sekolah menengah dan mahasiswa di Prancis berhadapan dengan polisi antihuru-hara di tengah bentrokan saat unjuk rasa untuk menuntut perekrutan guru pengganti, penambahan sumber daya, dan kondisi pembelajaran yang lebih baik, serta untuk mendukung gerakan siswa sekolah menengah yang sedang berlangsung di departemen Seine-Saint-Denis, di Saint-Denis dekat Paris, Prancis, pada 1 Oktober 2026. (REUTERS/Abdul Saboor)

Di kawasan Pantin, pinggiran Paris, pengunjuk rasa membakar tempat sampah dan wadah plastik di dekat kampus. Para pelajar memblokade gerbang Berthelot High School sehingga aktivitas di sekolah tersebut terganggu. (REUTERS/Abdul Saboor)

3/8 Para siswa sekolah menengah dan mahasiswa di Prancis berhadapan dengan polisi antihuru-hara di tengah bentrokan saat unjuk rasa untuk menuntut perekrutan guru pengganti, penambahan sumber daya, dan kondisi pembelajaran yang lebih baik, serta untuk mendukung gerakan siswa sekolah menengah yang sedang berlangsung di departemen Seine-Saint-Denis, di Saint-Denis dekat Paris, Prancis, pada 1 Oktober 2026. (REUTERS/Abdul Saboor)

Polisi antihuru-hara menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa. Para pengunjuk rasa merespons dengan melemparkan petasan ke arah polisi. (REUTERS/Sarah Meyssonnier)

4/8 Para siswa sekolah menengah dan mahasiswa di Prancis berhadapan dengan polisi antihuru-hara di tengah bentrokan saat unjuk rasa untuk menuntut perekrutan guru pengganti, penambahan sumber daya, dan kondisi pembelajaran yang lebih baik, serta untuk mendukung gerakan siswa sekolah menengah yang sedang berlangsung di departemen Seine-Saint-Denis, di Saint-Denis dekat Paris, Prancis, pada 1 Oktober 2026. (REUTERS/Abdul Saboor)

Aksi blokade dilakukan karena pelajar memprotes ruang kelas yang penuh, kekurangan guru yang terjadi secara berkala, serta kondisi bangunan sekolah yang rusak. Mereka menilai persoalan tersebut merupakan dampak dari kurangnya investasi selama bertahun-tahun. (REUTERS/Abdul Saboor)

5/8 Para siswa sekolah menengah dan mahasiswa di Prancis berhadapan dengan polisi antihuru-hara di tengah bentrokan saat unjuk rasa untuk menuntut perekrutan guru pengganti, penambahan sumber daya, dan kondisi pembelajaran yang lebih baik, serta untuk mendukung gerakan siswa sekolah menengah yang sedang berlangsung di departemen Seine-Saint-Denis, di Saint-Denis dekat Paris, Prancis, pada 1 Oktober 2026. (REUTERS/Abdul Saboor)

Perwakilan asosiasi orang tua, mengatakan penyusunan jadwal pelajaran yang buruk terkadang membuat siswa harus datang untuk mengikuti kelas pada siang atau sore hari dalam kondisi belum makan. (REUTERS/Nacho Doce)

6/8 Para siswa sekolah menengah dan mahasiswa di Prancis berhadapan dengan polisi antihuru-hara di tengah bentrokan saat unjuk rasa untuk menuntut perekrutan guru pengganti, penambahan sumber daya, dan kondisi pembelajaran yang lebih baik, serta untuk mendukung gerakan siswa sekolah menengah yang sedang berlangsung di departemen Seine-Saint-Denis, di Saint-Denis dekat Paris, Prancis, pada 1 Oktober 2026. (REUTERS/Abdul Saboor)

Menteri Kehakiman Gerald Darmanin mengatakan kepada RTL bahwa polisi telah menangkap sekitar 5.000 orang sejak aksi protes dimulai, sebagian besar merupakan remaja. Sekitar 400 sekolah menengah atau sekitar satu dari 10 sekolah ditutup pada Jumat akibat kerusuhan tersebut. (REUTERS/Sarah Meyssonnier)

7/8 Para siswa sekolah menengah dan mahasiswa di Prancis berhadapan dengan polisi antihuru-hara di tengah bentrokan saat unjuk rasa untuk menuntut perekrutan guru pengganti, penambahan sumber daya, dan kondisi pembelajaran yang lebih baik, serta untuk mendukung gerakan siswa sekolah menengah yang sedang berlangsung di departemen Seine-Saint-Denis, di Saint-Denis dekat Paris, Prancis, pada 1 Oktober 2026. (REUTERS/Abdul Saboor)

Pasukan antihuru-hara CRS Prancis menangkap seorang pengunjuk rasa saat terjadi bentrokan di luar SMA Lycée Déodat-de-Séverac. Enam bulan menjelang pemilihan presiden tahun depan, jajak pendapat secara konsisten menunjukkan tingkat ketidakpopuleran Macron dan pemerintahannya yang berhaluan kanan-tengah. (REUTERS/Nacho Doce)

8/8 Para siswa sekolah menengah dan mahasiswa di Prancis berhadapan dengan polisi antihuru-hara di tengah bentrokan saat unjuk rasa untuk menuntut perekrutan guru pengganti, penambahan sumber daya, dan kondisi pembelajaran yang lebih baik, serta untuk mendukung gerakan siswa sekolah menengah yang sedang berlangsung di departemen Seine-Saint-Denis, di Saint-Denis dekat Paris, Prancis, pada 1 Oktober 2026. (REUTERS/Abdul Saboor)

Rencana pemangkasan anggaran yang dinilai memperburuk krisis pendanaan pendidikan turut memicu ketidakpuasan. Menteri Pendidikan Edouard Geffray pun meminta orang tua mencegah anak-anak mereka turun ke jalan untuk berunjuk rasa. (REUTERS/Nacho Doce)