MARKET DATA

Tinjau Banjir Bandang Solok, Wamendagri Bima Soroti Hal Ini

Umiza,  CNBC Indonesia
02 October 2026 16:11
Kemendagri
Foto: dok Istimewa

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto memastikan kebutuhan penanganan banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), dapat difasilitasi melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Dukungan tersebut terutama untuk mendukung keberlanjutan tanggap darurat yang masih membutuhkan pekerjaan fisik, termasuk normalisasi, serta kecukupan alat berat dan personel.

Saat meninjau Posko Darurat Bencana Hidrometeorologi Banjir Bandang, Bima memuji pemerintah Kabupaten Solok atas kesiapsiagaannya dan upaya taktis di lapangan.

"Kesiapsiagaan Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, dan jajaran ini sungguh luar biasa. Kami melihat langkah-langkah taktis di lapangan sudah dilakukan," ujar Bima dikutip Jumat (2/10/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan Bima untuk untuk melihat perkembangan terbaru kondisi di lapangan, sekaligus memastikan kebutuhan pemerintah daerah (Pemda) yang perlu dipenuhi. Pemerintah Kabupaten Solok juga telah menyampaikan rencana untuk melanjutkan tanggap darurat selama tujuh hari ke depan.

Bima mengapresiasi langkah cepat Pemkab Solok dalam menangani bencana. Menurutnya, keberlanjutan tanggap darurat perlu didukung sumber daya yang memadai agar proses pemulihan terus dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan.

"Karena sekilas kami lihat di lapangan memang masih memerlukan banyak sekali kerja-kerja fisik untuk normalisasi. Tentunya dalam fase berlanjutnya tanggap darurat ini kira-kira apakah alat berat cukup, apakah personel cukup. Sejauh mana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengalokasikan tenaga dan sumber dayanya," kata Bima.

Selain penanganan darurat, Bima meminta Pemerintah Kabupaten Solok memetakan langkah antisipasi untuk menghadapi potensi bencana di kemudian hari. Masukan para pakar, termasuk kemungkinan relokasi atau penataan kembali fasilitas pemerintahan yang terdampak, perlu dikaji untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Ia juga meminta Pemda memastikan pelayanan publik tetap berjalan meski sejumlah kantor pemerintahan terdampak bencana. Kondisi dokumen dan arsip penting juga perlu menjadi perhatian agar tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Bima menyoroti realisasi Transfer ke Daerah (TKD) yang perlu dimaksimalkan agar memberikan dampak bagi masyarakat Kabupaten Solok. Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah perlu mengidentifikasi kendala serta memperkuat koordinasi agar realisasi anggaran tersebut dapat berjalan optimal.

"Kira-kira ada kendala apa saja yang bisa kita atasi, kita koordinasikan dan apakah sudah ada prediksi, persentase yang masih memungkinkan. Karena seperti Pak Bupati sampaikan, TKD kan diperjuangkan bersama-sama tentu ada harapan ini memberikan dampak bagi warga di Kabupaten Solok," tandas Bima.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok yang disampaikan oleh Bupati Solok, Jon Firman Pandu, sebagian besar pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. Sementara itu, empat kepala keluarga (KK) masih bertahan di lokasi pengungsian karena rumah mereka mengalami kerusakan berat.

Sebelumnya, sebanyak 570 jiwa terdampak banjir bandang di Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, terpaksa mengungsi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 62 jiwa menempati empat lokasi pengungsian terpusat, sedangkan 508 jiwa lainnya mengungsi secara mandiri di area Griya Arosuka dan perkantoran Arosuka.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Kasatgas PRR Dorong Eksekusi Program Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera


Most Popular
Features