Tak Naikkan Bunga, BI Sudah Tarik Dana Asing US$7 M Pakai Insentif Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) mencatatkan kinerja positif dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. Tanpa perlu menaikkan suku bunga acuan (BI Rate), bank sentral sukses menjaring aliran modal asing (capital inflow) hingga mencapai US$ 7 miliar.
Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa dana segar tersebut berhasil ditarik berkat strategi inovasi kebijakan berupa insentif biaya lindung nilai (hedging cost) bagi investor asing.
"Saat ini apa yang menjadi concern kita? Kita butuh suplai valas yang banyak. Oleh karena itu kami menjalankan kebijakan moneter kami, walaupun kami tidak menaikkan suku bunga BI Rate, tapi kami memberikan suatu inovasi kebijakan dalam bentuk insentif untuk hedging," kata Destry dalam konferensi pers bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Gedung BI, Jumat (2/10/2026).
Melalui skema ini, investor asing yang membenamkan modalnya di Indonesia diberikan pemotongan biaya hedging, sehingga pasar keuangan domestik tetap imbal hasilnya kompetitif dan menarik tanpa memicu kenaikan biaya pinjaman secara umum di dalam negeri.
Destry merinci, sejak insentif pengurangan biaya lindung nilai tersebut diberlakukan mulai bulan lalu, respons pelaku pasar global tergolong sangat positif.
"Jadi sejak kami berlakukan bulan lalu, inflow yang memanfaatkan hedging cost kita ini sudah mencapai sekitar US$ 7 miliar. Nah, artinya alhamdulillah tanpa kita menaikkan BI Rate, sasaran kita untuk menjaga stabilitas paling tidak untuk di Rupiah dan cadangan devisa kita tercapai," jelasnya.
BI memberikan insentif diskon harga premi hedging (lindung nilai) hingga 30% untuk menarik aliran modal asing dan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah tanpa harus menaikkan suku bunga acuan.
Rinciannya, BI memberikan diskon pengurangan premi sebesar 15% untuk tenor 3 bulan, 20% untuk tenor 6 bulan, dan 25% untuk tenor 12 bulan. Pada tahap awal, kebijakan diskon premi Swap Beli Lindung Nilai ini diberlakukan untuk mata uang dolar Amerika Serikat dan renminbi China (CNY dan CNH).
Selain itu, BI juga memberi insentif untuk instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) Lindung Nilai kepada BI. Pemotongan premi DNDF sebesar 25% untuk tenor 6 bulan dan 30% untuk tenor 12 bulan.
(haa/haa)