Internasional

Singapura Punya "Senjata" Keamanan Baru, Bobotnya 2.700 Ton

tps, CNBC Indonesia
Jumat, 02/10/2026 16:40 WIB
Foto: AFP/ROSLAN RAHMAN

Jakarta, CNBC Indonesia - Angkatan Laut Republik Singapura (RSN) secara resmi meluncurkan kapal patroli lepas pantai (offshore patrol vessel/OPV) kelas Sentinel perdananya. Kapal ini dirancang khusus untuk menjalankan berbagai misi keamanan maritim yang luas.

Mengutip Channel News Asia, Jumat (2/10/2026), kapal yang diberi nama Sentinel ini merupakan armada pertama dari empat OPV pesanan pemerintah Singapura. Kementerian Pertahanan Singapura (MINDEF) menyatakan bahwa kapal tangguh ini dibangun untuk memenuhi peningkatan tuntutan dan perluasan ruang lingkup operasi keamanan maritim negara tersebut.

Kapal baru ini dirancang dengan kemampuan yang terkalibrasi sehingga memungkinkan untuk merespons berbagai insiden maritim secara terukur dan proporsional. Termasuk, memberi pemerintah Singapura lebih banyak opsi respons taktis.

Sebelumnya, MINDEF telah menandatangani kontrak dengan perusahaan pembuat kapal asal Jerman, Fassmer, untuk mengakuisisi keempat kapal baru tersebut. Armada mutakhir ini diproyeksikan untuk menggantikan Kapal Respons dan Keamanan Maritim (MSRV) kelas Sentinel yang ada saat ini, yang merupakan armada kapal patroli kelas Fearless bekas yang diperbarui dan mulai beroperasi pada 2021.


Pengiriman kapal-kapal baru ini akan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2028. Sementara MSRV lama akan tetap beroperasi hingga seluruh OPV baru siap beroperasi penuh.

Tiga OPV lainnya, yakni Guardian, Protector, dan Bastion, saat ini masih dalam tahap konstruksi. Setelah peluncuran ini, Sentinel akan menjalani serangkaian uji coba penerimaan platform dan laut untuk memvalidasi sistem sebelum bertolak ke perairan Singapura.

Nantinya, OPV ini akan beroperasi bersama instansi pemerintah lain seperti Penjaga Pantai Kepolisian dan Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura.

Menteri Pertahanan Singapura Chan Chun Sing meresmikan langsung upacara peluncuran di galangan kapal Fassmer di Berne, Jerman, pada hari Kamis. Acara bersejarah ini turut dihadiri oleh Menteri Pertahanan Federal Jerman Boris Pistorius, Kepala Angkatan Laut Jerman Laksamana Madya Wilhelm Tobias Abry, Kepala RSN Laksamana Muda Sean Wat, serta para pejabat senior pertahanan dari kedua belah pihak.

"Di dunia saat ini, kita semua tahu dan terus berbicara tentang ketidakpastian yang kita hadapi. Di balik semua ketidakpastian ini, yang tidak berubah adalah kebutuhan kita untuk mencari mitra yang dapat kita percayai, dan dapat diandalkan bahkan di saat-saat tersulit. Saya senang mengatakan bahwa kita memilikinya di Jerman," paparnya.

Ia menambahkan bahwa mega-proyek militer ini adalah simbol dari hubungan mendalam antara Singapura dan Jerman.

"Sebuah kapal dibangun dalam beberapa tahun, tetapi kapal itu akan tinggal bersama kita selama beberapa dekade, dan selama beberapa dekade itu, interaksi konstan antara rakyat dan angkatan lautlah yang membuat ini istimewa," ucap Chan.


Bobot 2.700 Ton

Dari segi spesifikasi, OPV baru ini jauh lebih besar dan memiliki daya tahan lebih tinggi dari MSRV. Kapal berbobot 2.700 ton ini memiliki panjang 94,85 meter dan lebar 15,2 meter dengan kru inti berjumlah sekitar 40 orang.

Kapal ini mampu melaju lebih dari 23 knot (sekitar 42 km/jam) dengan daya jelajah lebih dari 4.000 mil laut tanpa perlu mengisi bahan bakar. Ditenagai oleh sistem propulsi gabungan diesel-elektrik atau diesel, kapal ini memiliki fleksibilitas untuk menyeimbangkan efisiensi bahan bakar untuk patroli durasi panjang dan kecepatan untuk respons cepat.

OPV ini hadir dengan lambung putih bergaris balap merah yang menampilkan bendera kelautan negara. Selain dilengkapi dengan perlindungan balistik di ruang operasional utama demi keselamatan kru, kapal ini juga dibekali haluan berfender untuk bermanuver cepat di samping kapal lain, serta sistem peluncuran dan pemulihan buritan untuk meluncurkan kapal berawak maupun tak berawak secara aman di kondisi laut yang menantang.

Dari sisi persenjataan, OPV ini dibekali meriam berpemandu STRALES 76mm dan sistem senjata kendali jarak jauh RAFAEL 30mm. Kapal ini juga dilengkapi berbagai sensor canggih seperti radar navigasi dan kontrol tembakan, kamera 360 derajat, perangkat pemanggil akustik, peluncur granat tidak mematikan, sistem meriam air, hingga laser penyilau Sitep Italia.

"Peluncuran Sentinel adalah bukti nyata dari ikatan pertahanan yang kuat dan substantif antara Singapura dan Jerman," tegas perwakilan MINDEF.

Hubungan pertahanan kedua negara ini sendiri telah diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pertahanan pada 2018. Ini mencakup pelatihan kapal selam, teknologi pertahanan, hingga pertahanan siber.


(tps/sef)
Saksikan video di bawah ini:

Video:CT Arsa Foundation Lakukan Aksi Sosial diFestival Budaya Maritim