Beras Premium Langka di Ritel Modern, Bapanas Bongkar Biang Keroknya

Martya Rizky, CNBC Indonesia
Jumat, 02/10/2026 15:40 WIB
Foto: Penjualan beras premium di sejumlah gerai ritel modern terpantau masih langka hingga Selasa (2/9/2025). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap penyebab beras premium langka di sejumlah ritel modern. Persoalan bukan karena stok beras yang kurang, melainkan distribusi yang belum merata dari distribution center (DC) ke jaringan ritel.

Sekretaris Utama Bapanas, Ito Hediarto mengatakan stok beras, baik medium maupun premium, sebenarnya dalam kondisi aman. Pemerintah kini memperketat pengawasan terhadap distribusi beras, terutama setelah pasokan dari Bulog tiba di DC.

"Nggak, nggak ada masalah. Beras aman, beras medium aman, beras premium penyaluran distribusinya yang kita jaga ketat. Karena penyalurannya kita tinggal kawal dari DC ke ritel-ritel gitu," kata Ito saat ditemui di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta, Jumat (2/10/2026).


Menurutnya, kondisi kekurangan beras premium di ritel juga tidak terjadi secara merata. Ada gerai yang stoknya masih penuh, sementara gerai lain justru mengalami kekurangan.

"Karena kan ini informasinya dari ritel kok kurang. Tapi begitu ritel sebelah kok penuh. Nah, yang yang penuh nggak bicara, tapi ketika ritel yang kurang kan ngobrol. Nah, kita menjaga DC-DC ini supaya menyalurkan ke ritel secara merata," ujarnya.

Ito mengatakan, pengawasan terhadap DC telah diperketat dalam beberapa bulan terakhir. Bapanas bersama Satgas Pangan dan Bulog mengawal agar pasokan yang sudah berada di DC dapat dibagikan secara merata ke seluruh jaringan ritel.

Ia menjelaskan, pemerintah telah mengamati persoalan distribusi tersebut sejak sekitar tiga bulan terakhir. Ritel yang menjual beras di atas ketentuan harga eceran tertinggi (HET) juga akan ditegur dan dipanggil untuk dimintai penjelasan.

Menurut Ito, pengawasan tersebut dilakukan oleh Satgas Pangan bersama Bapanas, termasuk dengan melibatkan Bulog dalam distribusi beras.

"Jadi setelah kita cek sama-sama dengan Bulog, ternyata beras dari Bulog sudah sampai ke DC, kok lama nih di DC. Bukan lama ya, kok tidak merata," ungkap Ito.

 Ito menyebut persoalan distribusi itu tidak hanya menyangkut beras dari Bulog. Pasokan beras dari produsen swasta juga masuk dalam jaringan distribusi ritel modern.

"Produsen swasta juga ada. Kan itu dari Bulog 10%. Sisanya kan dari swasta. Itu kan didistribusikan lewat DC semua," katanya.


(hoi/hoi)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Stok Beras Premium di Ritel Modern Kosong, Bulog Tambah Pasokan