MARKET DATA

Harga Beras di Cipinang Mulai Turun, Ini Respons Bos Bulog

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
02 October 2026 14:10
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto mengecek langsung kondisi perberasan di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur, Jumat (2/10/2026). (CNBC Indonesia/Mar
Foto: Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto mengecek langsung kondisi perberasan di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur, Jumat (2/10/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur, mulai mengalami penurunan dalam dua pekan terakhir. Penurunan terjadi pada beras medium maupun premium dengan kisaran Rp400-Rp500 per kilogram (kg).

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, penurunan harga tersebut salah satunya dipengaruhi oleh penyaluran bantuan pangan beras pemerintah yang dilakukan secara serentak pada kuartal IV-2026. Pada periode Oktober-Desember 2026, pemerintah kembali menyalurkan bantuan pangan beras sebanyak 10 kilogram per bulan kepada masyarakat desil 1-4 dengan target 33 juta penerima manfaat.

Khusus penyaluran kali ini, bantuan untuk tiga bulan diberikan sekaligus sehingga setiap penerima manfaat memperoleh 30 kg beras.

"Untuk beras bantuan pangan sesuai dengan arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) juga akan disalurkan dari bulan Oktober, November, dan Desember sejumlah 1 juta ton," kata Rizal saat ditemui di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Menurut Rizal, tambahan pasokan melalui program bantuan pangan turut memengaruhi pergerakan harga beras di pasar.

"Dengan adanya bantuan pangan mulai kemarin bulan Juli, Agustus, September, nanti ditambah dengan Oktober, November, Desember, ini berdampak harga beras menjadi turun," ujarnya.

Adapun Bulog menggunakan cadangan beras pemerintah (CBP) untuk memenuhi kebutuhan bantuan pangan tersebut. Rizal menyebut stok CBP yang tersimpan di gudang Bulog saat ini mencapai 4,8 juta ton.

"Saat ini, cadangan beras pemerintah yang tersimpan di gudang Bulog tercatat mencapai 4,8 juta ton. Stok tersebut siap dialokasikan untuk memperkuat ketersediaan pangan nasional hingga beberapa tahun ke depan," tegas dia.

Harga Beras Turun Rp500 per Kg

Tren penurunan harga juga dirasakan langsung oleh pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang. Ketua Koperasi Pedagang Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Dedy, mengatakan harga beras dari daerah yang masuk ke pasar induk mulai mengalami penurunan dalam dua pekan terakhir.

"Betul, di dua minggu terakhir itu memang mengalami penurunan untuk harga, kisaran Rp400-500 turunnya lah baik medium maupun premium. Saya kemarin ngerasain sendiri, saya dapat kiriman beras dari daerah Majalengka, biasanya dibeli di kisaran Rp14.000, sekarang sampai menyentuh kemarin ada sampai di Rp13.600 (per kg)," ujar Dedy ditemui terpisah.

Di tingkat distributor, harga beras medium yang sebelumnya berada di sekitar Rp14.000 per kg kini turun menjadi sekitar Rp13.500 per kg.

Sementara itu, beras premium yang sebelumnya mencapai Rp15.000 per kg kini berada di kisaran Rp14.500 per kg. Harga tersebut dapat berbeda bergantung pada jenis, merek, serta daerah asal beras.

Dedy menilai penyaluran bantuan pangan turut memberikan tekanan terhadap harga karena beras pemerintah langsung disalurkan kepada masyarakat.

"Kan ada bantuan pangan ya. Kemarin ada rapelan sampai per penerima manfaat itu kan ada tambahan 1 juta ton lagi, jadi 30 kg per penerima manfaat kan. Ada kan itu? Nah itu kan lumayan berdampak juga," ujarnya.

Selain bantuan pangan, pasokan dari sejumlah sentra produksi juga mulai masuk ke Pasar Induk Beras Cipinang. Beberapa daerah yang memasok beras antara lain Indramayu, Majalengka, Sragen, dan Ngawi.

Bertambahnya pasokan dari daerah yang memasuki masa panen tersebut ikut memperkuat stok beras di Jakarta dan mendorong harga di pasar induk bergerak turun.

Pedagang beras lainnya di PIBC, Anto, juga mencatat penurunan harga sekitar Rp500 per kg. Namun, ia menegaskan harga tersebut merupakan harga di tingkat distributor dan belum mencerminkan harga di tingkat pengecer.

"(Harga beras turun) kurang lebih Rp500 per kg. Dari biasa medium itu kemarin Rp14.000, sekarang paling Rp13.500 (per kg), itu turunnya Rp 500. Terus untuk premium kemarin sudah sempat Rp15.000, sekarang turun ke Rp 14.500 (per kg). Cuma itu di tingkat distributor ya, belum tingkat pengecer," terang Anto.

(wur) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Usai Beras Sumbang Inflasi, Bos Bulog Datangi Pasar Cipinang-Ucap Ini


Most Popular
Features