Jurus Tingkatkan Skill Tenaga Kerja Agar Sesuai Kebutuhan Industri
Jakarta, CNBC Indonesia- Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli menyebutkan upaya mendorong peran Balai Latihan dalam meningkatkan skill dan kemampuan calon tenaga kerja RI untuk memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja.
Saat ini pemerintah pusat memiliki 42 BLK dan tengah dibangun 14 balai baru sehingga menjadi 58 tahun depan. Kemnaker sendiri memiliki Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) sementara Pemprov dan Pemda memiliki Balai Latihan kerja (BLK) serta ada Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) sebanyak 4.000 unit.
Kemnaker juga terus rebranding peran balai Latihan agar dapat dimanfaatkan pencari kerja dalam meningkatkan skill, salah satunya melalui Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN).
Meski demikian upaya meningkatkan kemampuan calon pekerja menghadapi tantangan terkait perluasan akses Sabang-Merauke hingga menyentuh pekerja disabilitas. Selain itu masih diperlukan upaya mensinergikan program vokasi dengan kebutuhan industri agar peserta pelatihan dapat diserap oleh industri.
Kemnaker Juga mendorong riset dan penguatan data dalam Menyusun program dan kebijakan ketenagakerjaan melalui Kerjasama Kemnaker & BPS dalam pemanfaatan data survey.
Di sisi lain Kemnaker mendorong upaya pencegahan PHK yang terjadi, hal ini dilakukan untuk memastikan upaya perbaikan industri dan memastikan PHK sebagai Langkah terakhir dari industri .
Seperti apa peran Kemnaker menekan pengangguran hingga mencegah PHK Selengkapnya simak dialog Shafinaz Nachiar dengan Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli dalam Profit, CNBC Indonesia (Jum'at, 02/10/2026)