Banjir di Bangkok menganggu aktivitas operasional Bandara Suvarnabhumi. Para penumpang menunggu bagasi berjam-jam. Koper-koper mengular di lantai.
Penumpang di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, harus menunggu hingga delapan jam untuk mengambil bagasi setelah banjir menghambat layanan darat, Selasa. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Hujan ekstrem yang mengguyur ibu kota Thailand selama beberapa hari membuat sejumlah kawasan terendam dan menyulitkan pekerja bandara mencapai lokasi kerja. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Melansir Reuters Jumat (2/10/2026), gangguan tersebut terjadi ketika mobilitas di berbagai wilayah Bangkok ikut terhambat. Sejumlah staf yang bertugas menangani aktivitas penerbangan tidak dapat datang ke bandara seperti biasa. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Sebanyak 50 distrik Bangkok ditetapkan sebagai wilayah terdampak bencana. Menteri Transportasi Thailand, Phiphat Ratchakitprakarn, menyebut lebih dari 10.000 bagasi sempat menumpuk di Bandara Suvarnabhumi. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Thai Airways mencatat penumpukan bagasi berlangsung pada 26 hingga 29 September 2026. Sekitar 8.000 koper masih berada dalam antrean penanganan pada 1 Oktober 2026, sedangkan sekitar 1.800 bagasi telah dikembalikan pada pemiliknya. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Koper yang belum diterima penumpang berasal dari penerbangan yang tiba di Bandara Suvarnabhumi ketika proses pelayanan darat menghadapi keterbatasan tenaga kerja. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Petugas harus memindahkan bagasi dari pesawat, menyortirnya, kemudian mengarahkannya ke area pengambilan. (REUTERS/Athit Perawongmetha)