Profil Arrmanatha Christiawan Nasir, Menlu Baru Gantikan Sugiono
Jakarta, CNBC Indonesia - Arrmanatha Christiawan Nasir resmi menjadi Menteri Luar Negeri (Menlu) RI setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto dalam reshuffle kabinet di Istana Negara, Kamis (1/10/2026). Tata menggantikan Sugiono dan membawa pengalaman panjang sebagai diplomat karier di berbagai forum internasional.
Sebelum menduduki kursi Menlu, sosok yang akrab disapa Tata tersebut menjabat Wakil Menteri Luar Negeri sejak 21 Oktober 2024. Ia sebelumnya dipercaya sebagai Duta Besar RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Otoritas Dasar Laut Internasional di New York pada 2021-2024.
Karier Tata di dunia diplomasi juga mencakup posisi Duta Besar RI untuk Prancis, Andorra, Monako, dan UNESCO pada 2019-2021. Sebelumnya, ia menjadi Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI pada 2014-2019, sehingga cukup lama menjadi salah satu wajah utama diplomasi Indonesia di hadapan publik dan media.
Pengalaman Tata di PBB menjadi salah satu modal pentingnya sebagai Menlu. Pada 2008-2012, ia bertugas sebagai Konselor pada Perutusan Tetap RI untuk PBB di New York dan menangani isu ekonomi serta pembangunan di Komite Kedua Majelis Umum PBB dan Dewan Ekonomi dan Sosial.
Pada periode tersebut, Tata juga terlibat dalam negosiasi yang mewakili Kelompok 77 dan China terkait sejumlah resolusi. Ia kemudian dipercaya menjadi penasihat bidang ekonomi dan negara-negara kurang berkembang bagi Presiden Majelis Umum PBB sesi ke-65 pada 2010-2011.
Sebelum masuk ke jajaran pimpinan Kementerian Luar Negeri, Tata telah meniti karier diplomatik sejak bergabung dengan Kemlu pada 1997. Ia pernah menjadi negosiator WTO dan bertugas di PBB di Jenewa pada 2001-2005, serta sempat bekerja di sektor perbankan pada 1995-1997.
Dalam sejumlah forum internasional, Tata juga dikenal aktif menyuarakan posisi Indonesia mengenai multilateralisme dan penyelesaian konflik.
"Ukuran keberhasilan multilateralisme bukan hanya perang yang berhasil kita akhiri, tetapi juga perang yang tidak pernah terjadi karena berhasil kita cegah," kata Tata dalam sebuah forum Dewan Keamanan PBB pada 2026.
Tata lahir di Bangkok, Thailand, pada 30 Desember 1971. Ia meraih gelar sarjana ekonomi dari University of Buckingham, MBA dari University of Leicester, serta magister hubungan internasional dari Universitas Indonesia, dan pada 2021 menerima penghargaan Commander of the Legion of Honour dari Prancis.
(luc/luc)