Pertamina Siapkan Bisnis Energi Hijau Jadi Sumber Pertumbuhan Baru
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) terus mengembangkan bisnis energi rendah karbon untuk mendukung pertumbuhan ekonomi hijau menuju Indonesia Emas 2045. Di tengah pengembangan bisnis energi hijau, Pertamina tetap menjalankan perannya dalam menjaga ketersediaan energi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Senior Vice President Business Sustainability Pertamina, Wenny Ipmawan mengatakan, kedua hal tersebut berjalan beriringan dalam strategi pertumbuhan Pertamina. Perusahaan mengurangi emisi dari kegiatan operasionalnya sambil mengembangkan peluang bisnis baru, seperti biofuel, panas bumi, listrik energi bersih, pengolahan sampah menjadi energi, dan hidrogen hijau.
"Kebutuhan energi Indonesia masih terus tumbuh. Karena itu, transisi energi harus dilakukan secara bertahap, sambil memastikan energi tetap tersedia dan peluang bisnis rendah karbon bisa berkembang," ujar Wenny, Kamis (1/10/2026).
Menurut Wenny, Pertamina memilih teknologi sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing kegiatan, termasuk tenaga surya, penyimpanan energi dengan baterai, serta penangkapan dan penyimpanan karbon.
Pertamina juga terus meningkatkan efisiensi di kegiatan operasional, antara lain melalui penghematan energi, optimalisasi penggunaan bahan bakar, dan penerapan teknologi energi bersih. Langkah ini membantu menekan emisi sekaligus membuat operasi lebih efisien.
"Kami ingin inisiatif rendah karbon tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi. Proyeknya juga harus layak secara ekonomi dan dapat dijalankan secara komersial," kata Wenny.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron mengatakan, pengembangan bisnis rendah karbon menjadi bagian dari langkah Pertamina dalam menyiapkan masa depan energi nasional.
"Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina terus memenuhi kebutuhan energi hari ini, sekaligus menyiapkan pilihan energi untuk masa depan. Kami berharap pengembangan bisnis rendah karbon dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan memberi manfaat yang lebih luas bagi Indonesia," ujar Baron.
Komitmen tersebut juga tercermin dari kinerja program dekarbonisasi Pertamina Group. Sepanjang semester I-2026, program dekarbonisasi perusahaan mencatat capaian pengurangan emisi sebesar 118% dari target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026.
"Sebagai perusahaan energi kelas dunia, Pertamina berkomitmen menjalankan ESG sesuai dengan standar dunia. Dekarbonisasi Pertamina juga merupakan komitmen Perusahaan menjalankan target Pemerintah mencapai NZE pada tahun 2060," pungkas Baron.
(rah/rah)