6 Photos
Update KMP Virgo 8: Korban Hanyut Sampai Pangkalan Bun-SAR Sisir Darat
Dalam operasi penyelaman tersebut, tim berhasil menemukan dan mengevakuasi tiga korban dari dalam bangkai KM Virgo Transport 8.
Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian terhadap korban kecelakaan kapal laut, KMP Virgo Transport 8, yang tenggelam di Laut Jawa pada hari Minggu dini hari (13/9/2026) lalu. Pencarian tidak hanya dilakukan melalui jalur laut, tetapi juga diperluas melalui penyisiran darat di wilayah Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Untuk mendukung mobilitas selama penyisiran darat, personel menggunakan kendaraan roda dua, sehingga dapat menjangkau sejumlah area yang menjadi sasaran pencarian. (Basarnas)
Sementara, hingga hari Selasa 29 September 2026, Tim SAR Gabungan telah mengevakuasi 18 Paket mencakupi wilayah Seruyan, Pangkalan Bun serta Sukamara. Berdasarkan data terbaru, dari 243 orang yang tercatat dalam manifest, sebanyak 182 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 74 orang meninggal dunia. Sementara itu, 61 orang masih dalam pencarian. (Basarnas)
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Badan Search and Rescue Nasional/ Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, pencarian korban terus dilakukan dengan memperluas sektor operasi, baik melalui jalur laut maupun darat. “Pencarian pada Selasa, 29 September 2026, tidak hanya dilakukan di sektor laut. Tim SAR Gabungan juga melaksanakan penyisiran melalui jalur darat di wilayah Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan. Langkah ini dilakukan untuk memperluas cakupan pencarian dan menindaklanjuti setiap kemungkinan lokasi keberadaan korban,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (29/9/2026). (Basarnas)
Di sektor laut, SRU I menggunakan RBB berada di Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan. Personel dan peralatan dalam kondisi aman, Sementara SRU II menggunakan RIB 02 Palangka Raya berada di Pos TNI AL Kumai. Tim Penyelam Gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, dan Potensi SAR kembali melakukan penyelaman untuk mencari dan mengevakuasi korban yang masih berada di dalam kapal. (Basarnas)
Sebagian personel SRU II tetap bersiaga di Pos TNI AL Kumai, sedangkan personel lainnya bergerak menuju RBB di Sungai Perlu untuk memperkuat pelaksanaan operasi SAR. “Kami mengoptimalkan seluruh unsur dan sarana yang tersedia. Pencarian akan terus dilakukan dengan memperhatikan hasil evaluasi di lapangan serta keselamatan personel yang melaksanakan operasi,” kata Syafii. (Basarnas)
Sementara, pada Selasa, 29 September 2026, Tim Penyelam Gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, dan Potensi SAR kembali melakukan penyelaman untuk mencari dan mengevakuasi korban yang masih berada di dalam kapal. (Basarnas)
Dalam operasi penyelaman tersebut, tim berhasil menemukan dan mengevakuasi tiga korban dari dalam bangkai KMP Virgo Transport 8. Dari tiga korban yang berhasil dievakuasi, dua korban dievakuasi ke kapal KRI, sementara satu korban lainnya dievakuasi ke KN SAR Pacitan untuk selanjutnya mendapatkan penanganan sesuai prosedur. (Basarnas)
Basarnas memastikan operasi pencarian terus dilakukan secara maksimal dengan mengerahkan personel dan sarana yang tersedia untuk menemukan korban yang masih dalam pencarian. Syafii menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel SAR gabungan yang terus bekerja maksimal dalam operasi pencarian dan pertolongan, khususnya tim penyelam yang menghadapi kondisi medan bawah air yang penuh tantangan. (Basarnas)