MARKET DATA

Ubah Total PPN Pengambengan, Trenggono: Bak di Luar Negeri-Tidak Bau

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
29 September 2026 16:35
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat melakukan Groundbreaking pengembangan PPN  Pengambengan di Jembrana, Bali, Selasa (29/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Foto: Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat melakukan Groundbreaking pengembangan PPN Pengambengan di Jembrana, Bali, Selasa (29/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jembrana, CNBC Indonesia - Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKP) Sakti Wahyu Trenggono mengembangkan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Kabupaten Jembrana, Bali menjadi pusat bisnis dan ekspor produk perikanan. Setelah pengembangan rampung, produksi ikan di kawasan ini ditargetkan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 124.000 ton per tahun.

Pengembangan PPN Pengambengan merupakan bagian dari proyek Integrated Fishing Ports and International Fish Markets Phase-I yang dibiayai melalui pinjaman luar negeri Islamic Development Bank (IsDB). Pelabuhan ini dirancang sebagai pusat bisnis hasil tangkapan ikan dan ekspor produk perikanan dengan layanan one stop service dan one stop solution.

Adapun produksi ikan di PPN Pengambengan saat ini berada di sekitar 61.300 ton per tahun. Setelah proyek selesai, produksinya diproyeksikan meningkat menjadi 124.000 ton per tahun. Daya tampung kapal juga naik dari 1.273 unit menjadi 1.600 unit.

Trenggono mengatakan, Pengambengan tidak hanya akan berfungsi sebagai tempat kapal bersandar dan membongkar ikan. Pelabuhan ini akan dibangun sebagai kawasan perikanan yang terintegrasi, mulai dari pendaratan hingga perdagangan dan aktivitas ekonomi turunannya.

"Jadi tahap satu ini kita akan kembangkan dan kita akan lihat dengan satu model, ya. Teman-teman nanti bisa membayangkan kalau di luar negeri melihat pelabuhan perikanan di luar yang begitu bersih, bagus, ekonominya jalan dengan baik. Nah, nanti kita juga akan melakukan hal yang sama di sini," kata Trenggono saat melakukan Groundbreaking di PPN Pengambengan, Selasa (29/9/2026).

Trenggono mengatakan, nantinya aktivitas ekonomi di pelabuhan tidak hanya berkutat pada transaksi hasil tangkapan ikan. Masyarakat juga dapat menikmati fasilitas perdagangan dan kuliner yang terintegrasi di kawasan tersebut.

"Tidak ada lagi yang bau, semuanya tertata dengan baik, dan kalau pergi ke sini tidak hanya terjadi transaksi soal sektor perikanan. Namun juga bisa melakukan, misalnya, ada pasar ikan yang bersih, kemudian ada kuliner dan seterusnya," ujarnya.

Ada Pasar Ikan hingga Fasilitas Pengolahan

Untuk mewujudkan konsep tersebut, pembangunan PPN Pengambengan mencakup infrastruktur sisi laut dan darat.

Di sisi laut akan dibangun breakwater, revetment, groin, reklamasi, kolam pelabuhan serta dermaga untuk kapal besar dan kapal kecil. Sementara sisi darat mencakup kantor administrasi dan syahbandar, Tempat Pelelangan Ikan (TPI), pasar ikan modern, kios UMKM, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan fasilitas lainnya.

Dengan fasilitas tersebut, pemerintah menargetkan aktivitas pendaratan dan distribusi hasil perikanan menjadi lebih efektif sekaligus memperkuat rantai pasok perikanan di Jembrana dan Bali.

Pelabuhan tersebut juga diarahkan menjadi pusat bisnis perikanan dengan pasar internasional. Produk hasil tangkapan dari kawasan tersebut nantinya dapat diarahkan untuk pasar ekspor dengan dukungan fasilitas yang lebih terintegrasi.

Trenggono menyebut potensi tuna menjadi salah satu alasan Pengambengan dikembangkan dengan skala besar.

"Di sini (memiliki potensi) besar, Rp1,2 triliun, karena di depan itu ada Lautan Hindia yang banyak sekali tuna sirip biru di sana. Sehingga harapannya di sini adalah tempat premium ikan yang bisa langsung tujuannya untuk kepentingan ekspor," tutur dia.

Untuk menjaga kualitas ikan bernilai tinggi tersebut, khususnya tuna, Trenggono juga mendorong penggunaan fasilitas pembekuan bersuhu rendah.

"Kapal-kapalnya pun untuk penangkap tuna nanti kita harapkan dia freezer-nya harus minus 60 derajat. Kenapa demikian? Supaya ikannya betul-betul fresh dan harganya juga bagus. Jadi nggak asal-asalan. Semuanya harus kita perbaiki," jelas Trenggono.

Tenaga Kerja Ditarget 25.000 Orang

Besarnya pengembangan pelabuhan juga diharapkan memberikan dampak terhadap ekonomi lokal. Setelah proyek selesai, penyerapan tenaga kerja diproyeksikan meningkat dari 8.800 orang menjadi 25.000 orang. Sementara kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) diproyeksikan naik dari Rp48 miliar menjadi Rp104 miliar.

Trenggono meminta agar peningkatan aktivitas ekonomi tersebut sebisa mungkin memberikan manfaat bagi masyarakat Bali.

"Saya minta nanti Pak Gubernur, Pak Bupati, kita ada juga Politeknik di sini, jadi sebaiknya memang pelaku yang bekerja di sini ya orang Bali. Jangan dari Jawa lagi pergi ke sini, harus orang Bali supaya mereka dapat pekerjaan dengan baik, dilatih dan dididik dengan baik," ujarnya.

Proyek pengembangan PPN Pengambengan memiliki nilai kontrak sekitar Rp1,27 triliun. Pekerjaan konstruksi berlangsung selama 915 hari kalender atau sekitar 30 bulan, mulai 3 September 2026 hingga 5 Maret 2029.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat melakukan Groundbreaking pengembangan PPN  Pengambengan di Jembrana, Bali, Selasa (29/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat melakukan Groundbreaking pengembangan PPN Pengambengan di Jembrana, Bali, Selasa (29/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat melakukan Groundbreaking pengembangan PPN Pengambengan di Jembrana, Bali, Selasa (29/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
(dce) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Trenggono Groundbreaking Proyek PPN Pasar Ikan Internasional Rp1,27 T


Most Popular
Features