Pemilik Warung Ungkap Kondisi Usai Heboh Beras Fortifikasi Abal-Abal
Jakarta, CNBC Indonesia - Isu beras fortifikasi belakangan menjadi perhatian di tengah masyarakat. Namun, di tingkat warung kelontong Jakarta Timur, pedagang mengaku belum bersentuhan dengan produk beras jenis tersebut.
Pedagang menyebut beras yang selama ini mereka terima dari distributor masih didominasi beras reguler. Pasokan beras secara umum juga dinilai masih mudah diperoleh, sehingga pedagang tidak mengalami kesulitan berarti dalam menjaga stok di warung.
"Sejauh ini distributor saya gak pernah ngasih beras kaya gitu (fortifikasi) sih , yang reguler aja," kata Sodiq, pedagang warung kelontong di Jakarta Timur, dikutip Selasa (29/9/2026).
Sodiq mengatakan warungnya telah beroperasi sekitar 14 tahun. Selama periode tersebut, persoalan yang lebih sering dirasakan bukan kelangkaan beras, melainkan perubahan harga yang terjadi dari waktu ke waktu.
"Dari dulu enggak pernah beras langka. Warung ini berdiri enggak pernah beras langka, udah 14 tahun saya jualan," ujarnya.
Kondisi serupa juga dirasakan pedagang lainnya. Beras masih dapat diperoleh melalui distributor ketika persediaan di warung mulai menipis. Dengan demikian, perubahan harga lebih menjadi perhatian dibandingkan persoalan ketersediaan barang.
"Kalau pasokan ada terus, enggak pernah kosong. Biasanya kita minta ke distributor juga ada terus," kata pedagang warung kelontong di Jakarta Timur, Ardi.
Dari sisi harga, pedagang mengatakan beras mengalami pergerakan yang cukup dinamis. Harga pembelian dalam jumlah besar dapat berubah, kemudian pedagang menyesuaikan kembali harga jual di tingkat konsumen.
"Beras biasanya Rp730 ribu, Rp740 ribu. Macam-macam sih," kata Sodiq.
Perubahan harga tersebut juga dirasakan pada beras tertentu, termasuk Pandan Wangi Cianjur. Ardi mengatakan harga satu karung ukuran 50 kg yang sebelumnya masih berada di bawah Rp800 ribu sempat meningkat hingga menyentuh angka tersebut.
"Beras Pandan Wangi Cianjur per karung sempat di bawah Rp800 ribu per karung, tapi kemarin naik di Rp800 ribu," ujarnya.
Sebelumnya, pada (15/9/2026) lalu, Kementerian Pertanian bersama Badan Pangan Nasional mengumumkan sebanyak 25 merek beras fortifikasi diduga tidak memenuhi standar dan memiliki kandungan gizi yang tidak sesuai dengan label. Temuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pengawasan pemerintah serta hasil pengujian empat laboratorium terhadap mutu beras yang beredar di pasaran.
Berikut daftar lengkapnya:
* Idola Fortifikasi
* Idola High Quality Whole Grain Rice
* Idola Long Grain Rice
* Ikan Mas Cupang
* AAA Wijaya Kusuma
* Cantik Manis
* Penari Bangkok
* Topi Koki Short Grain
* Topi Koki Setra Royale
* Topi Koki Long Grain Crystal
* HOK-1 Gohan
* Maknyuss Pulen Gizi
* Anak Raja Fortifikasi
* Anak Raja Nusantara
* Top Anak Raja
* PMS Induk Ayam
* Sumo
* Rasvit
* FS Nutri Rice
* Pelikan
* Rice Rojolele
* Super Kepala Beras Premium 111
* 111 Golden Number
* Putri Koki
* Wellfarm Beras Diabet.
(dce)