MARKET DATA

Peringati Hari Tambang-Energi ke-81, Wamen ESDM Ziarah ke TMP Kalibata

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
29 September 2026 12:42
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung saat menghadiri upacara peringatan hari jadi Energi & Pertamabangan ke-81 Tahun 2026 di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Selasa (29/9/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung saat menghadiri upacara peringatan hari jadi Energi & Pertamabangan ke-81 Tahun 2026 di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Selasa (29/9/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar upacara tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Selasa (29/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81 yang jatuh pada tanggal 28 September.

Upacara dipimpin oleh Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung dan dihadiri jajaran pejabat pimpinan tinggi madya, pejabat pimpinan tinggi pratama, serta perwakilan unit kerja di lingkungan Kementerian ESDM.

Yuliot mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan untuk mengenang sekaligus menghormati para mantan Menteri ESDM yang telah berjasa dalam membangun sektor energi dan sumber daya mineral di Indonesia.

"Hari ini kita memperingati Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81. Jadi ini seperti tahun lalu, kita melakukan ziarah ke makam para Menteri yang dimakamkan di sini. Alhamdulillah kegiatan ini berjalan lacar," kata Yuliot ditemui usai Zairah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata Selasa (29/9/2026).

Menurut dia, para menteri yang pernah memimpin sektor energi dan pertambangan telah meninggalkan berbagai warisan kebijakan yang masih relevan hingga saat ini. Kebijakan tersebut, katanya perlu terus dilanjutkan khususnya dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Yuliot menilai setiap menteri memiliki kontribusi dalam membangun fondasi kebijakan di sektor energi dan pertambangan.

Salah satunya yakni Subroto yang dinilai memiliki peran penting dalam meletakkan dasar kebijakan di lingkungan Kementerian ESDM, mulai dari aspek organisasi hingga pengelolaan sumber daya alam.

Selain itu, Subroto juga dinilai memiliki peran dalam memperkuat keberdayaan serta penguasaan negara terhadap sumber daya alam, khususnya sektor migas.

"Kemudian ada program hemat energi. Kemudian beliau kan juga sebagai Presiden OPEC, Sekjen OPEC waktu itu. Jadi kita melihat ini peran beliau sangat sentral dalam pembinaan kegiatan-kegiatan yang ada di Kementerian ESDM," kata Yuliot.

Selain Subroto, Yuliot juga turut mengenang kontribusi Menteri ESDM terdahulu lainnya yakni Darwin Zahedy Saleh. Adapun, salah satu kebijakan penting yang berkembang pada masa tersebut adalah kebijakan subsidi energi, termasuk mekanisme subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) dan LPG.

"Jadi di zaman beliau subsidi itu ada yang terbuka dan tertutup. Seperti yang terbuka adalah untuk BBM, yang tertutup digunakan untuk LPG. Dan juga dengan adanya pemberian subsidi kepada masyarakat yang terkait dengan energi, ini kita juga melakukan pengawasan. Jadi subsidi tepat sesaran itu juga sudah dimulai pada zaman Pak Darwin. Jadi ini yang kita lihat sebagai keberlanjutan kebijakan-kebijakan dari Menteri-Menteri sebelumnya," kata dia.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Hari Pertambangan & Energi ke-81, Wamen ESDM Ziarah ke TMP Kalibata


Most Popular
Features