Warung Kelontong Bantah Beras Langka: 14 Tahun Jualan Stok Ada Terus
Jakarta, CNBC Indonesia - Isu kelangkaan beras belakangan muncul di tengah masyarakat. Namun, kondisi di tingkat warung kelontong di Jakarta Timur menunjukkan pasokan beras masih tersedia dan pedagang tidak kesulitan mendapatkan barang.
Pedagang masih bisa memperoleh beras dari agen maupun distributor di sekitar lokasi usaha. Stok yang tersedia di warung juga tetap berjalan untuk memenuhi kebutuhan pembeli sehari-hari.
"Dari dulu mulai jual Rp12.000, enggak pernah beras langka. Warung ini berdiri enggak pernah beras langka," kata Sodiq, pedagang warung kelontong di Jakarta Timur kepada CNBC Indonesia, Senin (28/9/26).
Warung tersebut telah berjualan sekitar 14 tahun. Selama menjalankan usaha, perubahan yang lebih sering dirasakan berada pada harga, bukan ketersediaan beras.
"Paling naik aja harganya. Dari dulu sudah 14 tahunan, warung ini berdiri enggak pernah beras langka," ujar Sodiq.
Pedagang juga masih memiliki akses pasokan ketika membutuhkan tambahan barang. Kondisi tersebut membuat aktivitas jual beli tetap berjalan tanpa gangguan berarti akibat kekurangan stok.
"Kalau pasokan ada terus, enggak pernah kosong. Biasanya kita minta ke distributor juga ada terus," kata Ardi, pedagang warung kelontong di Jakarta Timur.
Perubahan harga tetap terjadi dari waktu ke waktu. Kenaikan bahkan sempat terasa pada harga beras dalam ukuran karung, meski barangnya masih tersedia untuk dibeli.
Untuk beras Pandan Wangi Cianjur, harga per karung yang sebelumnya berada di bawah Rp800 ribu sempat naik hingga sekitar Rp800 ribu. Pedagang kemudian menyesuaikan harga eceran mengikuti perkembangan harga dari pemasok.
"Beras Pandan Wangi Cianjur per karung sempat di bawah Rp800 ribu per karung, tapi kemarin naik di Rp800 ribu," kata Ardi.
(fys/haa)