Kawasan Blok M, Jakarta Selatan, bersiap mengalami perubahan besar. Bakal ada revitalisasi Blok M Hub.
Suasana kawasan Blok M yang akan direvitalisasi menjadi Transit Oriented Development (TOD), Senin (28/9/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Kawasan Blok M, Jakarta Selatan, bersiap mengalami perubahan besar. Bakal ada revitalisasi Blok M Hub yang menghadirkan sejumlah tower, skybridge, hotel, apartemen hingga hunian bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
"Ini bagaimana bertransformasi, dan nantinya ini tunggu tanggal mainnya, akan menjadi revitalisasi besar. Ini sudah juga akan revitalisasi besar yang bagaimana Blok M ini bisa tumbuh dan TOD-nya tuh lebih nyaman lagi," kata Kepala Divisi Property Management MRT Jakarta M. Iqbal Bimo Arifianto di Jakarta, dikutip Jumat (24/9) lalu. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
"Terkait dengan Blok M Ultimate, ya kita tunggu tanggal mainnya. Tapi bagaimana apa aja yang akan ada di sana, konsepnya akan tidak jauh dari Transit Hub. Akan ada mix-use," ujarnya. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Kawasan Blok M yang kini lebih dikenal dengan sebutan 'Negara Blok M' di media sosial nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat transit. MRT menyiapkan konsep mixed-use yang menggabungkan berbagai fungsi dalam satu kawasan, mulai dari hunian, perhotelan hingga aktivitas komersial. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Konsep tersebut juga mencakup pembangunan skybridge yang akan menghubungkan sejumlah titik penting di kawasan Blok M, termasuk stasiun MRT, Blok M Hub dan terminal bus. Dengan konektivitas tersebut, pergerakan masyarakat di kawasan diharapkan semakin mudah tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Transformasi Blok M sendiri mulai terlihat setelah MRT Jakarta pengembangan kawasan tersebut menjadi Blok M Hub. Saat ini, jumlah pengunjung Blok M Hub disebut telah mencapai sekitar 25.000 orang per hari. Targetnya kawasan ini bisa kembali hidup seperti era tahun 1990an. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Kini, penataan tersebut diarahkan ke tahap yang lebih besar. MRT Jakarta melihat usia aset Blok M yang telah mencapai sekitar 30-50 tahun menjadi salah satu tantangan sekaligus alasan perlunya revitalisasi lanjutan.(CNBC Indonesia/Faisal Rahman)