Wali Kota Kerja Sama DPR Bunuh Wali Kota Lain, Tembak Bazzoka ke Mobil
Jakarta, CNBC Indonesia - Aparat kepolisian dan unit militer di wilayah Mindanao, Filipina, meluncurkan perburuan besar-besaran terhadap Wali Kota Datu Unsay, Datu Andal "Xyril" Ampatuan V. Ia bersama 11 rekannya kini diburu setelah pengadilan Kota Iligan mengeluarkan surat perintah penangkapan tanpa jaminan.
Hal ini terkait penyergapan brutal menggunakan "bazooka", granat berpeluncur roket (RPG), terhadap Wali Kota Shariff Aguak, Datu Akmad "Mitra" Ampatuan Sr. pada 25 Januari lalu. Mengutip Manila Times, Senin (28/09/2026), hakim setempat secara resmi menandatangani surat perintah penangkapan tersebut mulai Jumat.
Ia mengutip berbagai tuduhan kejahatan tingkat tinggi tanpa merekomendasikan jaminan kebebasan sementara bagi satu pun tersangka. Surat perintah itu menindaklanjuti resolusi Departemen Kehakiman (DOJ) tertanggal 28 Agustus yang menemukan alasan kuat untuk mendakwa secara resmi kepala daerah berusia 26 tahun tersebut beserta seluruh rekan-rekannya.
Secara rinci, selain Wali Kota Xyril Ampatuan, tersangka utama lainnya mencakup sejumlah anggota dewan kota. Mereka antara lain bernama Edad "Haider" Pendatun, Aboher Guimbangan, dan Mohamad Shamron Sapalon Uday, serta Ababang Salik, Toraipie Lusod, dan Gapor Magaluyan.
Lima kepala desa juga terlibat. Mereka yakni Samsudin Mokamad, Saudi Guiapal, Johari Guiapal, Soy Kali, dan Datuben Gayon Alib Dimau.
Ke-12 orang tersebut kini harus menghadapi empat tuduhan pembunuhan berencana, percobaan pembunuhan, kejahatan dengan niat jahat, hingga pelanggaran Undang-Undang Republik (RA) 9516 atas kepemilikan dan penggunaan bahan peledak ilegal. Pengadilan juga mendakwa kelompok tersebut secara berlapis di bawah payung Undang-Undang Antiterorisme 2020 (RA 11479).
Kronologi
Tindakan hukum ini berakar dari insiden serangan brutal di siang bolong sekitar pukul 06.00 pagi waktu setempat pada 25 Januari di sepanjang jalan raya nasional di Barangay Poblacion, Shariff Aguak, Maguindanao del Sur. Rekaman kamera pengawas (CCTV) secara jelas memperlihatkan gerombolan pria bersenjata keluar dari sebuah minivan dan menembakkan RPG langsung ke arah mobil lapis baja Land Cruiser milik Wali Kota Mitra, yang langsung disusul oleh rentetan tembakan senapan otomatis.
Wali Kota Mitra berhasil selamat tanpa cedera dalam percobaan pembunuhan kelima terhadap dirinya itu. Hal ini berkat proteksi kendaraan antipeluru yang ia tumpangi.
Namun, dua pengawal keamanannya, termasuk anggota Batalyon Infanteri ke-90 Angkatan Darat Filipina PFC Manuel Dondiego, menderita memar akibat ledakan dan luka terkena serpihan peluru. Keluhan pidana resmi ke pihak DOJ telah diajukan bersama oleh Wali Kota Mitra, Dondiego, Tips Lakman Eso, dan Butch Saludin.
Sebagai informasi kelam, Xyril Ampatuan merupakan putra dari mantan Wali Kota Datu Unsay, Andal Ampatuan Jr. Sang ayah sebelumnya telah dihukum kurungan atas perannya dalam insiden pembantaian Maguindanao pada 23 November 2009 yang secara tragis menewaskan 58 nyawa, termasuk di antaranya 32 jurnalis.
Merespons eskalasi ancaman ini, komandan dari Kantor Polisi Regional di Daerah Otonomi Bangsamoro (PRO-BAR) mengonfirmasi pengerahan kekuatan penuh di lapangan. "Tim taktis khusus sedang berkoordinasi erat dengan unit militer Komando Mindanao Barat (WestMinCom) untuk melacak dan menangkap para tersangka," tegasnya.
Sementara itu, para pemimpin lokal dan pasukan keamanan di Shariff Aguak dan Datu Unsay telah meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi di seluruh pos pemeriksaan sembari. Mereka mendesak penduduk setempat agar tetap tenang selama aparat mengeksekusi perintah pengadilan.
(tps/sef)