Internasional

Korea Selatan Kecewa dan Tuntut Permintaan Maaf Ukraina, Ada Apa?

luc, CNBC Indonesia
Senin, 28/09/2026 08:00 WIB
Foto: REUTERS/Caitlin Ochs

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) meminta Ukraina memberikan penjelasan dan permintaan maaf setelah Kyiv disebut membocorkan kesepakatan untuk merahasiakan pemindahan dua tentara Korea Utara (Korut) yang ditangkap di medan perang.

Perselisihan ini muncul setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkap dalam pidatonya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa Kyiv telah menyerahkan dua tentara Korut kepada Seoul. Zelensky juga mengatakan kedua tentara tersebut "tidak mudah untuk ditangkap hidup-hidup".

Beberapa jam kemudian, Presiden Korsel Lee Jae Myung menyampaikan kekecewaannya melalui X. "Saya tidak tahu mengapa pihak Ukraina melanggar kesepakatan dan mempublikasikan masalah ini, tetapi hal tersebut sangat mengecewakan," tulis Lee.


Pernyataan tersebut kemudian mendapat respons dari Dmytro Lytvyn, ajudan Zelensky. Kepada wartawan, Lytvyn mengatakan Ukraina merupakan "negara terbuka", sehingga menurutnya akan aneh jika pemindahan kedua tentara tersebut dilakukan secara diam-diam.

"Dari keseluruhan cerita, yang panjang dan terperinci, kami hanya melaporkan fakta itu sendiri, bahwa mereka telah dikirim ke Republik Korea," katanya, dilansir AFP.

Namun, kantor kepresidenan Korsel menilai pengungkapan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan antara kedua negara.

"Hal itu sendiri merupakan masalah yang sangat serius bahwa pihak Ukraina melanggar perjanjian kerahasiaan antara kedua negara dan mengungkapkannya secara sepihak," kata Seong Ghi-hong, sekretaris senior kepresidenan bidang hubungan masyarakat, dalam sebuah pernyataan pada Minggu (27/9/2026) malam.

Seong juga mengecam pernyataan kantor pers kepresidenan Ukraina yang menyangkal adanya kesepakatan kerahasiaan.

"Tetapi pernyataan palsu dari kantor pers kepresidenan Ukraina bahwa tidak pernah ada kesepakatan kerahasiaan... secara serius merusak kepercayaan antara kedua pemerintahan dan sangat merusak hubungan persahabatan antara kedua negara," ujarnya.

Menurut Seong, kantor kepresidenan Korsel menuntut Ukraina memberikan "penjelasan resmi dan permintaan maaf".

Ia menambahkan bahwa kantor kepresidenan Korea Selatan juga sedang "mempertimbangkan langkah-langkah tambahan yang mungkin diperlukan terkait masalah ini", meski tidak menjelaskan tindakan apa yang tengah dipertimbangkan.

Dua tentara Korut tersebut sebelumnya ditangkap Ukraina pada awal tahun lalu. Keduanya merupakan bagian dari pasukan Pyongyang yang dikirim untuk bertempur membantu Rusia dalam perang melawan Ukraina.

Seorang anggota parlemen Korea Selatan sebelumnya mengatakan kedua tentara tersebut ingin menjalani "kehidupan normal" di Korea Selatan.

Pemindahan mereka ke Korsel juga berkaitan dengan status kewarganegaraan di negara tersebut. Berdasarkan konstitusi Korea Selatan, seluruh warga Korea, termasuk mereka yang tinggal di Korea Utara, dianggap sebagai warga negara Korsel.

Para pejabat Korea Selatan sebelumnya mengatakan ketentuan tersebut juga berlaku bagi kedua tentara Korut yang ditangkap Ukraina.

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:

Korea Selatan Bakal "Turun Gunung" Kirim Tentara ke Selat Hormuz