Ada Kereta Ekonomi Kerakyatan, Begini Nasib KA PSO

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Sabtu, 26/09/2026 20:30 WIB
Foto: Penampakan Kereta Ekonomi Kerakyatan. (Dok KAI)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai mengembangkan layanan kereta api dengan konsep ekonomi kerakyatan. Kehadiran layanan ini menyasar masyarakat menengah dengan tarif yang lebih terjangkau, namun tetap menawarkan kapasitas angkut yang besar.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya perseroan menghadirkan pilihan perjalanan kereta yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sejak diluncurkan pada awal tahun, respons penumpang terhadap layanan ini terbilang tinggi.

"Di awal tahun kami telah meluncurkan 2 kereta yang menunjang ekonomi kerakyatan. Pertama adalah Kereta Kelas Ekonomi Kerakyatan dengan kapasitas harian 1.116 dan okupansinya luar biasa 155%. Rata-rata harian penumpang 1.729 dan total penumpang 142.566," kata Bobby dalam raker dengan Komisi V DPR RI, dikutip Sabtu (26/9/26).


Pengembangan kereta ekonomi kerakyatan juga berkaitan dengan rencana penataan armada layanan PSO. KAI akan melakukan perubahan konfigurasi tempat duduk agar ruang yang tersedia dapat dimanfaatkan lebih optimal sekaligus memberikan posisi duduk yang searah dengan perjalanan.

"Inisiatif dari KA Ekonomi Kerakyatan ini atas arahan dari Bapak Presiden untuk kita mulai nanti mengganti kereta-kereta PSO yang sekarang per gerbongnya 106 tempat duduk itu menjadi 93 tempat duduk dan tempat duduknya itu searah dengan arah perjalanan kereta," ujarnya.

Model baru tersebut ditempatkan sebagai kelas tersendiri di antara layanan kereta yang sudah ada. Dengan begitu, masyarakat memiliki pilihan perjalanan yang berada di bawah kelas ekonomi komersial dari sisi tarif, tetapi tetap memiliki kapasitas penumpang yang lebih besar.

"Kita coba menciptakan kelas-kelas untuk rakyat menengah jadi contohnya ekonomi kerakyatan itu di bawah ekonomi komersial. Jadi KA ekonomi komersial kalau kapasitasnya 72 ini kita bikin kapasitas 93," kata Bobby.

Penampakan Kereta Ekonomi Kerakyatan. (Dok KAI) Foto: Penampakan Kereta Ekonomi Kerakyatan. (Dok KAI)

Salah satu layanan yang sudah berjalan adalah rute Pasar Senen-Lempuyangan. KAI mematok tarif Rp125.000 untuk layanan tersebut dan tingkat keterisiannya disebut terus menunjukkan permintaan yang tinggi.

"Sudah berjalan jadi Pasar Senen ke Lempuyangan itu Rp 125.000 dan ini terus terang penuh," ujarnya.

KAI juga menyiapkan ekspansi layanan tersebut dengan mengubah lebih banyak rangkaian kereta. Langkah ini menjadi bagian dari rencana perseroan untuk memperluas akses masyarakat terhadap perjalanan kereta dengan tarif yang lebih rendah.

"Kami merencanakan untuk melakukan konversi lebih dari 75 gerbong yang untuk melayani KA kerakyatan ini," kata Bobby.

Di sisi lain, keberadaan kereta ekonomi kerakyatan tidak berarti layanan PSO akan ditinggalkan. Justru, KAI tengah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar layanan baru tersebut nantinya juga dapat memperoleh dukungan subsidi pemerintah melalui skema Public Service Obligation (PSO).

"Sekarang tanpa subsidi kami sudah berkoordinasi dengan perhubungan nanti itu akan disubsidi akan PSO dan jauh lebih murah. Nanti kita hitung harusnya bisa," ujarnya.

Dengan skema tersebut, tarif yang dibayarkan penumpang nantinya berpotensi turun dari tarif komersial yang berlaku saat ini. Bobby memperkirakan tarifnya dapat berada di kisaran tarif PSO yang selama ini dinikmati masyarakat.

"Sekarang PSO ini sekitar Rp 80.000, jadi nanti (KA Ekonomi Kerakyatan) akan Rp 80.000 atau bisa di bawah itu," kata Bobby.


(fys/wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: BUK Migas Kelola Petroleum Fund Untuk Perluas Eksplorasi Migas