CNBC Insight

Gunung Berapi Ini Erupsi, Muntahkan Emas 80 Gram per Hari

Tim Redaksi, CNBC Indonesia
Sabtu, 26/09/2026 07:30 WIB
Foto: Gunung Erebus, Antartika pada hari Jumat, 11 November 2016. (AP/Mark Ralston/File Foto)

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia - Erupsi gunung berapi biasanya identik dengan semburan lava, abu, hingga material vulkanik. Namun, ada satu gunung di Antartika yang memiliki fenomena tak biasa karena ikut menyemburkan partikel emas ke atmosfer.

Gunung tersebut adalah Gunung Erebus, salah satu gunung berapi aktif di Antartika. Penelitian menemukan aktivitas vulkaniknya dapat melepaskan sekitar 80 gram emas setiap hari. Nilainya diperkirakan mencapai US$6.000 atau sekitar Rp91 juta.


Partikel emas yang dikeluarkan Erebus tidak hanya ditemukan di sekitar kawah. Debu emas tersebut terdeteksi terbawa udara hingga sejauh 1.000 kilometer dari gunung berapi tersebut, demikian dikutip dari IFL Science.

Erebus sendiri merupakan salah satu gunung berapi paling ganas di benua ini. Sekaligus gunung berapi aktif tertinggi di Antartika dengan ketinggian puncak 3.794 meter dan gunung berapi aktif paling selatan di Bumi.

Dinamai berdasarkan personifikasi kegelapan dalam mitologi Yunani, konon Gunung Erebus sedang meletus saat Kapten Sir James Clark Ross pertama kali melihatnya pada tahun 1841.

Para peneliti mengamati gunung ini dengan saksama melalui citra satelit raksasa geologi. Dari pengamatan tersebut terlihat sedikit warna merah di kawah puncaknya. Ini adalah danau lava yang sangat panas yang telah menggelembung setidaknya sejak tahun 1972.

Gunung berapi ini secara teratur mengeluarkan semburan gas dan uap. Dalam aktivitas gunung berapi sebelumnya, gunung ini diketahui mengeluarkan bongkahan batu yang sebagian mencair yang dikenal sebagai "bom vulkanik".

Namun anehnya, para ilmuwan menemukan semburan gasnya mengandung kristal-kristal kecil emas metalik yang ukurannya tidak lebih dari 20 mikrometer. Gunung berapi ini mungkin paling terkenal karena bencana Gunung Erebus.

Pada 28 November 1979, pesawat Air New Zealand 901 menabrak sisi gunung dan menewaskan seluruh 257 orang di dalamnya. Penerbangan tersebut merupakan bagian dari program Air New Zealand yang memungkinkan penumpang melakukan perjalanan dengan penerbangan wisata selama 11 jam dari Auckland ke Antartika dan kemudian kembali ke Selandia Baru.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kemarin, Gunung Semeru 3 Kali Erupsi