Perkuat Rantai Pasok Emas Nasional, Antam Serap 9 Ton Emas Freeport

Verda Nano Setiawan , CNBC Indonesia
Jumat, 25/09/2026 19:57 WIB
Foto: PT Antam (Persero) Tbk (ANTM) membeli 9 ton emas dari fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) PT Freeport Indonesia. (Dok. Antam)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTAM) terus memperkuat rantai pasok emas nasional melalui peningkatan pemanfaatan emas yang bersumber dari dalam negeri. Adapun, hingga Agustus 2026, perusahaan telah merealisasikan pembelian sebanyak 9 ton emas dari PT Freeport Indonesia (PTFI) yang diproduksi melalui fasilitas Precious Metals Refinery (PMR) PTFI di Gresik, Jawa Timur.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya ANTAM dalam memperkuat ekosistem emas nasional sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya mineral dalam negeri. Sebagai perusahaan dengan merek emas terkemuka dan terpercaya di Indonesia, ANTAM memiliki peran strategis dalam menghubungkan sumber daya emas nasional dengan kebutuhan masyarakat serta pengembangan industri emas di dalam negeri.

Di sisi hulu, PTFI merupakan salah satu produsen emas terbesar di Indonesia dengan basis sumber daya pertambangan berskala besar serta fasilitas pemurnian terintegrasi di dalam negeri. Sinergi ANTAM dan PTFI tersebut mempertemukan kekuatan industri dari hulu hingga hilir, sekaligus menciptakan kepastian pasokan bahan baku emas domestik yang berkualitas, dapat ditelusuri, dan dikelola dimana hal-hal tersebut menunjukkan komitmen ANTAM dalam menghadirkan emas dengan nilai Environmental, Social, and Governance (ESG) terkuat di Indonesia.


Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto mengatakan peningkatan penyerapan emas domestik menjadi bagian penting dari strategi ANTAM dalam memperkuat bisnis emas secara berkelanjutan sekaligus membangun rantai pasok emas nasional yang semakin terintegrasi.

"Realisasi pembelian 9 ton emas dari PTFI sepanjang Januari hingga Agustus 2026 menunjukkan komitmen ANTAM untuk terus meningkatkan pemanfaatan emas yang bersumber dari dalam negeri. Sinergi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat rantai pasok emas nasional sekaligus memastikan sumber daya mineral Indonesia dapat memberikan nilai tambah yang semakin besar di dalam negeri," ujar Untung dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (25/9/2026).

ANTAM dan PTFI sebelumnya telah menjalin kerja sama jual beli emas dengan kapasitas hingga 30 ton emas per tahun. Emas tersebut berasal dari hasil pemurnian PTFI melalui fasilitas PMR di Gresik dengan tingkat kemurnian 99,99%.

PT Antam (Persero) Tbk (ANTM) membeli 9 ton emas dari fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) PT Freeport Indonesia. (Dok. Antam) Foto: PT Antam (Persero) Tbk (ANTM) membeli 9 ton emas dari fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) PT Freeport Indonesia. (Dok. Antam)

Selain melalui sinergi dengan PTFI, ANTAM juga terus memperkuat sumber pasokan emas domestik melalui kerja sama dengan berbagai produsen emas nasional, antara lain PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), Merdeka Group, PT Citra Palu Minerals (CPM), PT Agincourt Resources, PT Sumbawa Jutaraya (SJR), PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM), dan PT Indo Muro Kencana (IMK), serta mitra strategis lainnya. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya ANTAM untuk membangun rantai pasok emas nasional yang semakin kuat, terdiversifikasi, dan berkelanjutan.

Melalui penguatan kolaborasi dengan para produsen emas di dalam negeri, ANTAM mendorong agar semakin banyak emas hasil pertambangan nasional dapat diserap dan dimanfaatkan di dalam negeri. Langkah ini sekaligus mendukung pengembangan ekosistem bullion nasional serta meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia.

Bisnis Emas Jadi Kontributor Utama Kinerja ANTAM

Pada Semester I tahun 2026 (1H26), bisnis emas tetap menjadi kontributor terbesar terhadap kinerja ANTAM. Perseroan mencatatkan volume penjualan emas sebesar 18.080 kg atau 18,08 ton, dengan nilai penjualan mencapai Rp50,39 triliun, tumbuh 1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp49,68 triliun.

Penjualan emas memberikan kontribusi sekitar 80% terhadap total penjualan bersih ANTAM pada Semester I-2026 yang mencapai Rp62,71 triliun. Sementara itu, produksi emas dari tambang ANTAM pada periode yang sama tercatat sebesar 433 kg.

Capaian tersebut menunjukkan pentingnya penguatan dan diversifikasi sumber pasokan emas domestik dalam mendukung pertumbuhan bisnis emas ANTAM. Perseroan terus mengoptimalkan sumber bahan baku dari dalam negeri dengan tetap menjaga kualitas produk dan keberlanjutan rantai pasok.

"ANTAM terus memperkuat bisnis emas secara terintegrasi, mulai dari pengadaan bahan baku, pengolahan dan pemurnian, manufaktur hingga pemasaran kepada masyarakat. Kami ingin memastikan semakin besarnya kebutuhan emas nasional dapat didukung oleh rantai pasok domestik yang kuat sehingga manfaat ekonomi dari sumber daya emas Indonesia dapat semakin optimal dirasakan di dalam negeri," tambah Untung.

Sebagai perusahaan dengan bisnis emas terintegrasi, ANTAM terus memperluas akses masyarakat terhadap produk Logam Mulia melalui pengembangan produk, layanan, kanal distribusi, serta kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.

Ke depan, ANTAM berkomitmen untuk terus meningkatkan penyerapan sumber emas domestik dan memperkuat sinergi dengan para produsen emas nasional. Upaya tersebut merupakan bagian dari peran ANTAM dalam membangun ekosistem emas Indonesia yang semakin terintegrasi dari hulu hingga hilir, memperkuat industri bullion nasional, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia.


(ven/wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Prabowo Soal Beda Pandangan Lembaga Rating Melihat Ekonomi RI