Kampung Nelayan Merah Putih Tongke-Tongke Modern, Punya Fasilitas Top

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Jumat, 25/09/2026 13:35 WIB
Foto: Suasana Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tongke-tongke di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Kamis (24/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Sinjai, CNBC Indonesia - Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tongke-Tongke di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, tak sekadar dibangun sebagai kawasan permukiman nelayan. Pemerintah melengkapinya dengan berbagai fasilitas untuk menunjang aktivitas perikanan dari hulu hingga hilir.

KNMP Tongke-Tongke saat ini menopang aktivitas 554 nelayan dengan 216 unit kapal, dengan komoditas utama ikan tuna. Kawasan ini juga memiliki 1.332 keluarga nelayan. Ketua Satgas Operasionalisasi KNMP Victor Gustaaf Manoppo mengatakan, sejumlah fasilitas telah dibangun untuk membentuk ekosistem usaha perikanan yang terintegrasi.

"Di tempat ini, di KNMP Tongke-Tongke, telah dilengkapi infrastruktur terintegrasi, mulai dari cold storage, kios perbekalan, pabrik es balok, kendaraan berpendingin, serta fasilitas-fasilitas umum lainnya," kata Victor dalam acara Sinergi Lintas Sektor: Tata Kelola dan Operasionalisasi KNMP, di KNMP Tongke-tongke, Jumat (25/9/2026).


Adapun fasilitas yang tersedia di KNMP Tongke-Tongke meliputi cold storage, Waserda/kios perbekalan, pabrik es balok, kendaraan berpendingin, kios atau sentra kuliner, cool box, serta kendaraan roda tiga. Seluruh fasilitas tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem usaha perikanan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Suasana Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tongke-tongke di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Kamis (24/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Suasana Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tongke-tongke di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Kamis (24/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Kehadiran fasilitas tersebut juga membuat hasil tangkapan nelayan tidak hanya berhenti di kawasan Tongke-Tongke. Produk tuna loin mulai dikirim ke Jakarta untuk diproses sebelum masuk ke pasar internasional.

Sejak KNMP beroperasi, pengiriman tuna loin ke Jakarta telah dilakukan enam kali dengan total volume 65 ton senilai Rp2,55 miliar. Produk tersebut selanjutnya dikirim ke sejumlah unit pengolahan ikan di Jakarta untuk dipasarkan, termasuk ke China, Amerika Serikat, dan Vietnam.

Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKP) Sakti Wahyu Trenggono bersama Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono saat melihat langsung Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tongke-tongke, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Jumat (25/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki) Foto: Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKP) Sakti Wahyu Trenggono bersama Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono saat melihat langsung Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tongke-tongke, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Jumat (25/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki)

Fasilitas tersebut juga mulai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi kawasan. Hingga saat ini, unit usaha KNMP Tongke-Tongke telah menghasilkan omzet koperasi Rp32,19 juta, yang terutama berasal dari penyewaan gudang beku dan penjualan es balok, selain kios kuliner, penyewaan cool box, kios perbekalan dan kendaraan roda tiga.

Dari sisi tenaga kerja, operasional KNMP juga telah menyerap masyarakat sekitar. KKP mencatat saat ini terdapat 17 tenaga kerja yang terlibat, terutama pada unit gudang beku dan pabrik es balok.

Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKP) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, pembangunan fasilitas di KNMP memang harus disesuaikan dengan karakteristik hasil tangkapan daerah. Untuk Tongke-Tongke yang menjadi sentra tuna, dia meminta cold storage memiliki kemampuan pendinginan hingga minus 60 derajat Celsius.

"Jadi saya minta didesain cold storage-nya, kalau katakan Sinjai, di Sinjai di sini adalah tuna rata-rata. Maka cold storage-nya dia harus punya titik beku sampai dengan minus 60 derajat," kata Trenggono dalam kesempatan yang sama.

Trenggono menilai kualitas penyimpanan menjadi penting karena akan menentukan mutu dan harga ikan yang diterima nelayan.

Suasana Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tongke-tongke di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Kamis (24/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Suasana Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tongke-tongke di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Kamis (24/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

"Kalau kualitas produknya pada waktu menangkap, mulai dari tangkapan sampai ke tempat harus betul-betul fresh dan kualitasnya baik," ujarnya.

Dia pun menegaskan pembangunan KNMP Tongke-Tongke masih akan dikembangkan agar fasilitas yang ada semakin mendukung aktivitas nelayan.

"Ini dalam beberapa waktu yang akan datang lagi, akan kita ubah lagi menjadi yang lebih baik. Sehingga seluruh nelayan di sini menjadi model nelayan Sinjai sejahtera," pungkas dia.


(wur)
Saksikan video di bawah ini:

KKP Sukses Budi Daya Lobster di Batam, Hasil Panen Diserap Singapura