10 Photos
Potret Rudal Balistik Rusia Jatuh di Jantung Kyiv, Dekat Rumah Sakit
Serangan rudal rudal balistik Rusia mmenyebabkan dua orang tewas dan melukai enam lainnya.
Petugas kepolisian bekerja di dekat jenazah seorang warga yang tewas dan tertutup kantong plastik di lokasi serangan rudal Rusia di dekat sebuah rumah sakit bersalin di Kyiv, Ukraina, Kamis (24/9/2026). (REUTERS/Gleb Garanich)
Serangan rudal rudal balistik Rusia mmenyebabkan dua orang tewas dan melukai enam lainnya, sementara puing-puing jatuh menimpa beberapa distrik.(REUTERS/Valentyn Ogirenko)
Saksi mata Reuters melaporkan terdengarnya beberapa ledakan setelah pukul 01.00 dini hari waktu setempat. Saluran Telegram tidak resmi memperlihatkan pemandangan yang digambarkan sebagai kobaran api yang menerangi cakrawala.(REUTERS/Gleb Garanich)
Menurut Klitschko, pasukan Rusia terus melancarkan serangan ke kota tersebut hampir sepanjang hari Rabu, yang mengakibatkan dua orang tewas dan 45 orang terluka. (REUTERS/Gleb Garanich)
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan bahwa salah satu korban tewas berada di area parkir sebuah rumah sakit bersalin. Tiga dari enam korban luka adalah tenaga medis, dan dua di antaranya dalam kondisi serius. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)
"Di distrik Dniprovskyi, puing-puing jatuh ke halaman properti pribadi," tulis Klitschko. "Ada kemungkinan orang-orang terjebak di bawah reruntuhan." Ia mengimbau warga untuk tetap berada di tempat perlindungan. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengecam serangan rudal baru Rusia tersebut dan menyatakan bahwa serangan semacam itu terus berulang karena kurangnya tekanan yang memadai terhadap Moskow. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)
"Setiap serangan seperti ini terjadi karena tekanan terhadap pihak agresor belum dilakukan secara menyeluruh, dan Rusia merasa bisa terus mengandalkan teror rudal balistik," tulis Zelenskiy di Telegram saat menghadiri Sidang Umum PBB di New York. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)
Ia mengatakan serangan itu terjadi saat dirinya sedang membahas undang-undang sanksi terhadap Rusia yang baru disetujui—yang diusulkan oleh Lindsey Graham bersama anggota Kongres AS. (REUTERS/Gleb Garanich)