MARKET DATA
Internasional

Paket Nyasar, Komponen Rahasia Jet F-35 AS Jatuh ke Tangan China

luc,  CNBC Indonesia
24 September 2026 12:30
Sebuah pesawat tempur F-35A Angkatan Udara Kerajaan Australia melakukan manuver selama pertunjukan udara menjelang Singapore Airshow di Changi Exhibition Centre di Singapura pada 1 Februari 2026. (REUTERS/Caroline Chia)
Foto: Sebuah pesawat tempur F-35A Angkatan Udara Kerajaan Australia melakukan manuver selama pertunjukan udara menjelang Singapore Airshow di Changi Exhibition Centre di Singapura pada 1 Februari 2026. (REUTERS/Caroline Chia)

Jakarta, CNBC Indonesia - China dilaporkan kini menguasai sejumlah komponen sensitif jet tempur siluman F-35 setelah suku cadang pesawat tersebut secara misterius dialihkan ke Hong Kong dalam perjalanan dari Australia menuju Amerika Serikat.

Sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut menyebut perusahaan jasa pengiriman UPS membawa kanopi kokpit dan pintu ruang senjata F-35 dari Australia ke AS pada akhir Mei. Namun, pengiriman tersebut kemudian dialihkan ke Hong Kong.

Kedua komponen itu dilaporkan dilapisi material penyerap radar yang menjadi salah satu elemen penting untuk meningkatkan kemampuan siluman F-35. Hingga kini belum diketahui alasan pengiriman tersebut tiba-tiba dialihkan ke Hong Kong.

Menteri Pertahanan Australia Richard Marles, sebagaimana dikutip Kamis (24/9/2026), mengatakan bahwa pemerintah Australia mengetahui adanya pengiriman tersebut. Canberra juga bekerja sama dengan pemerintah AS dan Lockheed Martin untuk mengetahui bagaimana Australia dapat membantu penyelidikan.

Marles mengatakan pemahamannya adalah tidak ada komponen sensitif dalam paket yang hilang tersebut.

F-35 merupakan jet tempur siluman generasi kelima yang diproduksi Lockheed Martin. Pesawat ini hanya dijual Washington kepada sejumlah negara yang dianggap sebagai mitra dan sekutu terdekat AS.

Sensitivitas teknologi F-35 menjadi salah satu alasan ketatnya pengawasan terhadap negara pengguna. Turki, misalnya, dikeluarkan dari program F-35 pada 2019 setelah membeli sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia. Washington khawatir sistem Rusia tersebut dapat digunakan sebagai sarana pengumpulan informasi untuk mempelajari kemampuan F-35.

China sendiri sebelumnya telah menjadi sasaran perhatian dalam sejumlah kasus spionase terkait data militer AS yang berhubungan dengan F-35. Jaksa AS pada 2024 menyebut data militer terkait pesawat tersebut menjadi bagian dari kasus peretasan yang melibatkan warga negara China.

Isu pengamanan teknologi F-35 kembali menjadi sorotan setelah pemerintah AS pekan lalu menyetujui penjualan jet tempur tersebut kepada Arab Saudi dengan nilai sekitar US$24 miliar.

Sejumlah anggota Kongres AS langsung menyuarakan kekhawatiran bahwa teknologi F-35 yang diberikan kepada Riyadh pada akhirnya dapat jatuh ke tangan China.

Anggota DPR AS dari Partai Demokrat, Raja Krishnamoorthi, mengatakan komunitas intelijen AS telah memperingatkan mengenai risiko tersebut.

"Hal itu dapat membuat mahkota permata teknologi militer Amerika berada dalam jangkauan Partai Komunis China," kata Krishnamoorthi, dilansir CNBC International.

Saat ini, F-35 digunakan oleh sejumlah negara, termasuk Australia dan Belgia, selain Amerika Serikat. Jepang, Kanada dan Singapura juga telah memesan pesawat tempur tersebut.

Jet tempur F-35 juga telah digunakan militer AS dalam konflik dengan Iran. Menurut Departemen Pertahanan AS, salah satu pesawat tersebut mengalami kerusakan akibat tembakan musuh.

 

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Adu Kuat dengan China, AS Pamer Rudal Rahasia Buat Jet Tempur F-35


Most Popular
Features