Airlangga Bocorkan Investasi Rp80,55 T Nvidia di Batam

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Kamis, 24/09/2026 10:43 WIB
Foto: Nvidia. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah terus mendorong pembangunan ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia, salah satunya melalui penguatan infrastruktur pusat data dan national computing.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan perusahaan perusahaan teknologi multinasional asal Amerika Serikat (AS), Nvidia, berencana berinvestasi senilai US$4,5 miliar atau setara Rp80,55 triliun (Rp 17.900/US$) di Batam, Kepulauan Riau. Hal ini diungkapkan Airlangga dalam acara FEKDI x IFSE 2026 di JCC, Jakarta, Kamis (24//9/2026).

"Kita mendorong national computing data centre yang terus didorong, termasuk Nvidia melirik ke Batam, rencana investasi US$4,5 miliar," ujar Airlangga.


Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan infrastruktur AI di kawasan.

Sebelumnya, Airlangga juga menyebut kawasan ekonomi khusus (KEK) di Batam telah disiapkan untuk mendukung investasi pusat data. Pemerintah melihat Indonesia memiliki sejumlah keunggulan untuk pengembangan data center, mulai dari ketersediaan lahan, listrik, energi hijau hingga air.

Airlangga mengatakan pembangunan infrastruktur AI tidak hanya ditujukan untuk menarik investasi, tetapi juga mendukung kedaulatan teknologi Indonesia.

Selain membangun kapasitas komputasi nasional, pemerintah mendorong penggunaan teknologi AI berbasis open source dengan basis data yang berada di Indonesia.

"Beberapa minggu lalu RI jadi founding member WAICO dan tanda tangan bersama di China. Dalam waktu dekat kami ke DPR untuk ratifikasi. Kita mendorong sovereignty dalam AI dan dorong AI menggunakan open source yang basis datanya di RI," kata Airlangga.

Indonesia sebelumnya disebut menjadi salah satu anggota pendiri World AI Cooperation Organization (WAICO) yang dibentuk China. Pemerintah berharap proses ratifikasi dapat memperkuat kerja sama Indonesia di bidang AI dengan China.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

KKP Sukses Budi Daya Lobster di Batam, Hasil Panen Diserap Singapura