Punya Misi & Tugas Besar! Ternyata Ini 3 Srikandi di Perekonomian RI

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Kamis, 24/09/2026 11:05 WIB
Foto: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Simposium Sumbangan Ekonomi Pancasila, Ekonomi Islam, dan Ekonomi Konvensional: Menuju Pembangunan Indonesia yang Berkeadilan Sosial, di Jakarta, Selasa (8/09). (Dok Kemenko Perekonomian)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti semakin besarnya peran perempuan dalam posisi strategis perekonomian Indonesia. Ia menyebut tiga perempuan yang kini memegang posisi penting sebagai "3 Srikandi Perekonomian RI".

Hal tersebut disampaikan Airlangga dalam sambutannya pada acara Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Financial Sector Expo (IFSE) 2026, Kamis (24/9/2026).

Airlangga menyebut Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti sebagai salah satu dari tiga perempuan yang berada di posisi strategis tersebut. Destry tercatat menjadi perempuan pertama yang memimpin bank sentral di Indonesia.


"Pertama kalinya dalam sejarah kita punya Gubernur BI wanita, Bu Destry Damayanti," ujar Airlangga.

Selain Destry, Airlangga juga menyebut Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai bagian dari jajaran perempuan yang memegang posisi strategis dalam perekonomian.

"Perempuan sebagai ketua LPS, Bu Friderica. Ketua BPS pun wanita, Bu Amalia. Ini seluruhnya mitra Komisi XI, Pak Misbakhun," kata Airlangga.

Menurut Airlangga, keberadaan tiga perempuan tersebut menjadi bagian dari kekuatan yang dibutuhkan Indonesia untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Ia menyebut tugas ketiganya tidak sederhana, yakni ikut mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8% pada 2029.

"Ini tiga Srikandi tangguh RI. Tugasnya sederhana, 2029 pertumbuhan ekonomi 8%," ujar Airlangga.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: LPS Ajak Pelajar SMAN 9 Bandar Lampung Cerdas Kelola Uang